Opini :Solidaritas Cianjur, Suara Moral untuk Keadilan Sosial
‎Oleh: Iwan Fadwi

30 Agu 2025, 16:06:58 WIB Nasional
Opini :Solidaritas Cianjur, Suara Moral untuk Keadilan Sosial

Keterangan Gambar : Lokasi kumpul di halaman Kampus STAI Al-Azhary Cianjur


Pinusnews.id - Hari ini (30/8), pada pukul 13.00 WIB, massa dari kalangan mahasiswa, ojol, buruh dan masyarakat berkumpul di kampus STAI Al-Azhary Cianjur untuk bergerak menuju DPRD Kabupaten Cianjur. Mereka datang bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk menyampaikan suara nurani: menolak ketidakadilan, menuntut transparansi, dan menegaskan bahwa rakyat kecil tidak boleh terus menjadi korban.

‎Demo solidaritas ini berakar pada keresahan nasional: tunjangan DPR yang jauh dari rasa keadilan sosial, serta tragedi Affan Kurniawan, pengemudi ojek online muda yang meregang nyawa dalam aksi di Jakarta. Cianjur, yang pernah merasakan getirnya bencana gempa, serta beratnya perjuangan hidup rakyat kecil, memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap isu keadilan. Oleh karena itu, aksi ini tidak hanya “ikut-ikutan”, tetapi merupakan ekspresi kepedulian dan solidaritas lokal terhadap luka nasional.

‎Kita perlu menegaskan: bahwa demo bukan sekadar teriakan di jalan, tapi simbol bahwa rakyat masih punya nurani. Mahasiswa, ojol, dan pemuda yang bergerak dari titik kumpul STAI Al-Azhary Cianjur membawa pesan bahwa pendidikan dan moralitas Islam tidak boleh terpisah dari keberpihakan kepada kaum tertindas.

Baca Lainnya :

‎Namun demikian, kita juga harus waspada. Solidaritas jangan sampai dikotori oleh provokator atau diarahkan pada tindakan anarkis. Cianjur harus menunjukkan bahwa demo bisa damai, bermartabat, dan tetap lantang menyuarakan kebenaran.

‎Bagi pemerintah daerah dan DPRD, momen ini seharusnya menjadi cermin hati nurani. Alih-alih defensif atau menutup telinga, mereka perlu membuka ruang dialog, menerima aspirasi dengan rendah hati, dan menunjukkan sikap yang berpihak pada rakyat. Karena pada akhirnya, legitimasi pejabat bukan terletak pada jabatan atau fasilitas, melainkan pada kepercayaan rakyat.

‎Solidaritas Cianjur hari ini adalah ujian moral bagi semua pihak. Bagi rakyat: apakah kita mampu menyuarakan kebenaran dengan cara yang damai dan bermartabat? Bagi pemerintah: apakah mampu mendengar jeritan rakyat tanpa rasa angkuh?

‎Sejarah akan mencatat, apakah aksi ini hanya menjadi deru sesaat, ataukah menjadi titik awal perubahan kesadaran kolektif bahwa Cianjur juga ikut menjaga api keadilan di negeri ini.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment