- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Opini :Solidaritas Cianjur, Suara Moral untuk Keadilan Sosial
Oleh: Iwan Fadwi

Keterangan Gambar : Lokasi kumpul di halaman Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pinusnews.id - Hari ini (30/8), pada pukul 13.00 WIB, massa dari kalangan mahasiswa, ojol, buruh dan masyarakat berkumpul di kampus STAI Al-Azhary Cianjur untuk bergerak menuju DPRD Kabupaten Cianjur. Mereka datang bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk menyampaikan suara nurani: menolak ketidakadilan, menuntut transparansi, dan menegaskan bahwa rakyat kecil tidak boleh terus menjadi korban.
Demo solidaritas ini berakar pada keresahan nasional: tunjangan DPR yang jauh dari rasa keadilan sosial, serta tragedi Affan Kurniawan, pengemudi ojek online muda yang meregang nyawa dalam aksi di Jakarta. Cianjur, yang pernah merasakan getirnya bencana gempa, serta beratnya perjuangan hidup rakyat kecil, memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap isu keadilan. Oleh karena itu, aksi ini tidak hanya “ikut-ikutan”, tetapi merupakan ekspresi kepedulian dan solidaritas lokal terhadap luka nasional.
Kita perlu menegaskan: bahwa demo bukan sekadar teriakan di jalan, tapi simbol bahwa rakyat masih punya nurani. Mahasiswa, ojol, dan pemuda yang bergerak dari titik kumpul STAI Al-Azhary Cianjur membawa pesan bahwa pendidikan dan moralitas Islam tidak boleh terpisah dari keberpihakan kepada kaum tertindas.
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
Namun demikian, kita juga harus waspada. Solidaritas jangan sampai dikotori oleh provokator atau diarahkan pada tindakan anarkis. Cianjur harus menunjukkan bahwa demo bisa damai, bermartabat, dan tetap lantang menyuarakan kebenaran.
Bagi pemerintah daerah dan DPRD, momen ini seharusnya menjadi cermin hati nurani. Alih-alih defensif atau menutup telinga, mereka perlu membuka ruang dialog, menerima aspirasi dengan rendah hati, dan menunjukkan sikap yang berpihak pada rakyat. Karena pada akhirnya, legitimasi pejabat bukan terletak pada jabatan atau fasilitas, melainkan pada kepercayaan rakyat.
Solidaritas Cianjur hari ini adalah ujian moral bagi semua pihak. Bagi rakyat: apakah kita mampu menyuarakan kebenaran dengan cara yang damai dan bermartabat? Bagi pemerintah: apakah mampu mendengar jeritan rakyat tanpa rasa angkuh?
Sejarah akan mencatat, apakah aksi ini hanya menjadi deru sesaat, ataukah menjadi titik awal perubahan kesadaran kolektif bahwa Cianjur juga ikut menjaga api keadilan di negeri ini.











