- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
Nilai APBD Cianjur Secara Global sebesar 4,7 Triliun.

Keterangan Gambar : Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat.
Pinusnews.id - Upaya untuk Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 Kabupaten Cianjur, sampai dengan 31 Juli 2024 baru terserap 46,68 persen untuk belanja daerah dalam APBD secara Global 4,7 triliun.
Perihal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat, kepada wartawan. belum lama ini.
"Sementara untuk realisasi pendapatan daerah sudah mencapai 54,42 persen," kata ricky
Baca Lainnya :
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
- Cegah Penularan Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Gelar Ops Yustisi
- Mesin Crusher Buatan PT. BUKIT NAGA MAS, Meringankan Beban Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa
- KPI, Karang Taruna dan Apdesi Cianjur Ajak Gerakan Tanam Pohon
Selain itu Ricky menjelaskan, berdasarkan data yang diterima hingga periode 31 Juli 2024, realisasi serapan belanja dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baru mencapai 46,68 persen.
"Diantaranya untuk belanja operasi, belanja pegawai, barang dan jasa, hibah, belanja modal dan bankeu," imbuh Ricky.
Ricky juga membeberkan bahwa realisasi serapan 46,68 persen tersebut masih dalam status wajar, mengingat sekarang ini baru pertengahan tahun.
Terkait hal itu, Ricky mengaku optimis bahwa penyerapan anggaran bisa optimal pada semester akhir nanti.
"Saya berharap program yang telah dianggarkan dapat terserap secara maksimal dan tidak menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa)," pungkasnya. (dens).


.jpg)
.jpg)
.jpg)






