- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Nilai APBD Cianjur Secara Global sebesar 4,7 Triliun.

Keterangan Gambar : Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat.
Pinusnews.id - Upaya untuk Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 Kabupaten Cianjur, sampai dengan 31 Juli 2024 baru terserap 46,68 persen untuk belanja daerah dalam APBD secara Global 4,7 triliun.
Perihal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat, kepada wartawan. belum lama ini.
"Sementara untuk realisasi pendapatan daerah sudah mencapai 54,42 persen," kata ricky
Baca Lainnya :
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
- Cegah Penularan Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Gelar Ops Yustisi
- Mesin Crusher Buatan PT. BUKIT NAGA MAS, Meringankan Beban Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa
- KPI, Karang Taruna dan Apdesi Cianjur Ajak Gerakan Tanam Pohon
Selain itu Ricky menjelaskan, berdasarkan data yang diterima hingga periode 31 Juli 2024, realisasi serapan belanja dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baru mencapai 46,68 persen.
"Diantaranya untuk belanja operasi, belanja pegawai, barang dan jasa, hibah, belanja modal dan bankeu," imbuh Ricky.
Ricky juga membeberkan bahwa realisasi serapan 46,68 persen tersebut masih dalam status wajar, mengingat sekarang ini baru pertengahan tahun.
Terkait hal itu, Ricky mengaku optimis bahwa penyerapan anggaran bisa optimal pada semester akhir nanti.
"Saya berharap program yang telah dianggarkan dapat terserap secara maksimal dan tidak menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa)," pungkasnya. (dens).











