- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Neuleuman Poekna Peuting: Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat Cianjur Saat Ramadan

Keterangan Gambar : Usai Tarawih Keliling (Tarling) bertema "Neuleuman Poekna Peuting" tampak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, dan para pejabat lainnya bersilaturahmi dengan warga masyarakat Mande, Senin, 9 Maret 2026.
Pinusnews.id - Pada Senin, 9 Maret 2026, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menjadi momen istimewa di bulan Ramadhan 1447 H. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Wakil Bupati Ramzi, Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan dan Kepala SKPD menyambut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) bertema “Neuleuman Poekna Peuting”.
Tema Sunda ini, yang berarti "menyelami kegelapan malam", melambangkan keheningan spiritual Ramadhan yang penuh berkah, sekaligus menjadi jembatan silaturahmi antara pemerintah provinsi, daerah, dan masyarakat.
Acara ini bukan sekadar ibadah malam, melainkan momentum memperkuat ikatan sosial di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Tarling mengajak semua pihak—dari pejabat hingga warga desa—berjamaah shalat Tarawih sambil berjalan, menciptakan suasana akrab yang jarang terlihat di tingkat pemerintahan tinggi.
Baca Lainnya :
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
Kehadiran Gubernur KDM di pedalaman Cianjur menegaskan komitmennya untuk dekat dengan rakyat, terutama saat bulan suci yang menekankan nilai-nilai religius seperti kepedulian dan gotong royong.
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan rasa syukur dan hormat atas kunjungan tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan masyarakat Cianjur, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang berkenan hadir di Kabupaten Cianjur,” ujarnya dengan penuh kehangatan.
Kata-kata Bupati Cianjur tersebut jelas mencerminkan kebahagiaan warga Cianjur, yang merasa terhormat oleh kehadiran pemimpin provinsi di tengah-tengah mereka, yakni Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Tak ketinggalan, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan pesan mendalam tentang pendidikan anak. “Pendidikan harus dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun di keluarga. Saya berharap anak-anak Jawa Barat tumbuh menjadi generasi berprestasi, yang menjadi kebanggaan keluarga dan negara,” katanya, menekankan peran orang tua dalam membentuk masa depan. Pesan ini selaras dengan semangat Ramadan, di mana keluarga menjadi pondasi utama pendidikan akhlak dan prestasi.
Kegiatan ini juga diharapkan mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur. Melalui Tarling, keduanya berkomitmen membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan, dan menjaga nilai religius khas Sunda.
Di era di mana politik sering terasa jauh, momen seperti ini mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kedekatan dengan rakyat—sebuah pelajaran berharga dari malam Ramadhan yang sunyi namun penuh makna. (dens).











