Menyikapi Orang Ketiga Dalam Buku The Alpha Girls Guide
Oleh: Octaviani Adhe Putri (Magang)

03 Okt 2022, 06:37:14 WIB Hiburan
Menyikapi Orang Ketiga Dalam Buku The Alpha Girls Guide

Keterangan Gambar : Sumber: shopee.com


pinusnews.id Cianjur- The Alpha Girls Guide merupakan buku karya Henry Manampiring. Buku yang berisikan beberapa cara untuk menjadi seorang peremuan Alpha ( Alpha Female ), apa itu Alpha Female? Adalah seorang yang jika berada di kerumunan atau sebuah ruang lingkup kelompok akan terlihat lebih menonjol dan berani dalam memimpin juga berbicara dan tak lupa mereka pastilah perempuan yang cerdas.

Dalam buku ini ada salah satu bab yang membahas bagaimana seorang Alpa Female dalam menyikapi orang ketiga dalam sebuah hubungan. Orang ketiga di sini mengacu pada orang di luar pasangan, yang akrab dan memiliki hubungan emosional dengan kita, seringkali orang ketiga dipandang buruk oleh banyak orang.

Pada dasarnya orang ketiga sering di artikan perusak sebuah hubungan, mereka masuk kedalam hubungan yang dilakukan oleh dua orang tersebut, dan menarik perhatian dari salah satunya. Jika itu terjadi pihak yang merasa menjadi korban akan langsung menghakimi si orang ketiga secara membabibuta bahkan tak jarang yang mempermalukan hingga menyakiti secara fisik.

Baca Lainnya :

Dalam buku The Alpha Girls Guide, ada sebuah bab yang berjudul ‘ Menyikapi “Orang Ketiga” ‘ dan jauh dari perkiraan ada kalimat yang berbunyi “DALAM KASUS PERSELINGKUHAN ORANG KETIGA TIDAK PERNAH SALAH”.  Tentu kalimat ini menarik perhatian karena pandangan yang disajikan penulis sangat berbeda dari kebanykan orang.

Yang dimaksud penulis disini adalah, bahwasannya sebuah hubungan dijalani oleh dua orang pihak si A dan si B, dan keduanya sepakat untuk bersama. Jelas saja yang bertanggung jawab atas hubungan tersebut adalah kedua pihak itu, dan jika ada keretakan jelas itu juga tanggung jawab kedua orang itu jadi tidak ada alasan menyalahkan orang ketiga.

Ada kalimat yang mengatakan bahwa, ‘pintu jika diketuk terus jelas saja orangnya akan keluar’ diartikan jika di goda tentusaja akan tertarik. Padahal jika dilihat lebih detail jika saja sipemilik rumah tidak membukakan pintu sudah dipastikan yang mengetuk akan mencari pintu lain untuk diketuk. Tidak ada perselingkuhan yang dilakukan secara tidak sadar.

Jadi bagaimna? Masih meragukan bahwa orang ketiga tidak bersalah?


Penulis: Octaviani Adhe Putri (Magang)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment