Makan Bergizi Gratis Harus Diselamatkan, Bukan Dikorbankan

25 Sep 2025, 07:55:16 WIB Kesehatan
Makan Bergizi Gratis Harus Diselamatkan, Bukan Dikorbankan

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.


Oleh: Torik Imanurdin, M.Pd. Anggota ICMI Orda Cianjur

Pinusnews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah manifestasi dari ikhtiar negara dalam menjamin hak dasar anak-anak Indonesia untuk tumbuh sehat dan cerdas. Di tengah tantangan gizi buruk dan stunting yang masih menghantui banyak daerah, MBG hadir sebagai jawaban konkret atas kebutuhan mendesak masyarakat.

Namun, beberapa waktu terakhir, muncul desakan dari sebagian pihak agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup, menyusul insiden keracunan makanan di beberapa titik. Sebagai warga Cianjur dan bagian dari komunitas intelektual Muslim, saya merasa perlu menyampaikan pandangan yang lebih jernih dan proporsional.

Baca Lainnya :

Kesalahan Tidak Layak Dihukum Secara Kolektif

Dalam prinsip keadilan, kesalahan harus ditangani secara spesifik dan proporsional. Menuntut penutupan seluruh SPPG karena kelalaian di satu atau dua titik adalah bentuk generalisasi yang tidak adil dan berpotensi merugikan ribuan anak yang selama ini mendapatkan manfaat nyata dari program MBG.

Kita tidak membubarkan sistem pendidikan karena satu sekolah gagal. Kita tidak menutup rumah sakit karena satu kasus malpraktik. Maka, menutup seluruh SPPG bukanlah solusi, melainkan bentuk kepanikan yang tidak berpijak pada nalar kebijakan publik.

Perbaikan Sistem, Bukan Pembubaran

Yang dibutuhkan saat ini adalah:

• Audit menyeluruh terhadap prosedur pengolahan dan distribusi makanan.

• Pelatihan ulang petugas dapur dan pengawasan ketat terhadap rantai pasok.

• Transparansi dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan mutu pangan.

Dengan langkah-langkah tersebut, kita tidak hanya menyelamatkan MBG, tetapi juga meningkatkan kualitasnya sebagai program unggulan pemerintah.

MBG Adalah Investasi Bangsa

Anak-anak adalah investasi masa depan. Program MBG bukan sekadar urusan makan, tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia. Menutup SPPG berarti memutus akses gizi bagi anak-anak yang mungkin tidak mendapatkannya di rumah. Ini bukan hanya soal logistik, ini soal keadilan sosial.

sebagai bagian dari ICMI, saya percaya bahwa kebijakan publik harus berpijak pada ilmu, etika, dan keberpihakan kepada yg lemah. MBG adalah program yg baik, dan harus kita jaga bersama.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment