- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Lokmin Linsek Puskesmas Sukaresmi Soroti AKI dan Stunting

Keterangan Gambar : Ketua Tim TPBC Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, saat giat Lokakarya Mini.
Pinusnews.id - Dalam satu tahun, Puskesmas melakukan empat kali kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) secara rutin, hal itu sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan Puskesmas tahunan.
Ketua Tim TPCB Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Tito Nurtansa, seusai kegiatan Lokmin Linsek di Puskesmas Rawat Inap Sukaresmi, Kamis (21/3/2024) kemarin.
Menurut Tito, dalam Lokmin Linsek tersebut yang disoroti saat ini yaitu peran serta semua lintas sektor dalam penanganan program prioritas nasional baik itu penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) maupun Angka Kematian Balita (AKB), Stunting.
Baca Lainnya :
- Bagian Hukum Setda Cianjur Sosialisasikan Produk Hukum Pemerintahan Tingkat Desa
- Ketua DPRD Cianjur Langsung Pimpin Rapat Paripurna
- Bey Machmudin Serahkan LKPD Unaudited ke BPK RI
- Bupati Cianjur Mutasi 6 Pejabat Eselon 2
- Sedang Tarawih, Uang Puluhan Juta Raib, seorang Pelakunya Tertangkap
"Tadi juga dibahas masalah sampah, masalah makan tambahan bagi balita stunting," ujarnya.
Selain itu ada beberapa masalah yang dievaluasi terkait 4 kasus kematian ibu yang memang dari faktor eksternal dan internal. Tapi setidaknya upaya sudah dilakukan pihak Puskesmas dan Lintas Sektoral sesuai prosedur.
Dikatakannya, data angka kematian ibu di Puskesmas Sukaresmi tersiar pada tahun 2023 yang jumlahnya sebanyak 4 kasus. Sedangkan Januari-Februari 2024 belum ada.
"Ke 4 kasus tersebut terjadinya di rumah sakit. Secara prosedur sudah dilakukan Puskesmas Lintas sektor untuk melakukan rujukan, mungkin ada riwayat lain sehingga terjadi kematian," katanya. (dens).











