- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Lokmin Linsek Puskesmas Sukaresmi Soroti AKI dan Stunting

Keterangan Gambar : Ketua Tim TPBC Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, saat giat Lokakarya Mini.
Pinusnews.id - Dalam satu tahun, Puskesmas melakukan empat kali kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) secara rutin, hal itu sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan Puskesmas tahunan.
Ketua Tim TPCB Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Tito Nurtansa, seusai kegiatan Lokmin Linsek di Puskesmas Rawat Inap Sukaresmi, Kamis (21/3/2024) kemarin.
Menurut Tito, dalam Lokmin Linsek tersebut yang disoroti saat ini yaitu peran serta semua lintas sektor dalam penanganan program prioritas nasional baik itu penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) maupun Angka Kematian Balita (AKB), Stunting.
Baca Lainnya :
- Bagian Hukum Setda Cianjur Sosialisasikan Produk Hukum Pemerintahan Tingkat Desa
- Ketua DPRD Cianjur Langsung Pimpin Rapat Paripurna
- Bey Machmudin Serahkan LKPD Unaudited ke BPK RI
- Bupati Cianjur Mutasi 6 Pejabat Eselon 2
- Sedang Tarawih, Uang Puluhan Juta Raib, seorang Pelakunya Tertangkap
"Tadi juga dibahas masalah sampah, masalah makan tambahan bagi balita stunting," ujarnya.
Selain itu ada beberapa masalah yang dievaluasi terkait 4 kasus kematian ibu yang memang dari faktor eksternal dan internal. Tapi setidaknya upaya sudah dilakukan pihak Puskesmas dan Lintas Sektoral sesuai prosedur.
Dikatakannya, data angka kematian ibu di Puskesmas Sukaresmi tersiar pada tahun 2023 yang jumlahnya sebanyak 4 kasus. Sedangkan Januari-Februari 2024 belum ada.
"Ke 4 kasus tersebut terjadinya di rumah sakit. Secara prosedur sudah dilakukan Puskesmas Lintas sektor untuk melakukan rujukan, mungkin ada riwayat lain sehingga terjadi kematian," katanya. (dens).











