- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika: Sudah 100 Orang Diduga Keracunan pada Program MBG

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika.
Pinusnews.id - Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, sangat menyayangkan terus terulangnya dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan, sekitar 100 orang menjadi korban dalam beberapa peristiwa dugaan keracunan tersebut.
Metty meminta semua pihak yang terkait dengan MBG untuk tidak menganggap sepele peristiwa ini dan harus segera mencari tahu penyebab pastinya.
"Tidak boleh dianggap sepele. Ini kejadian luar biasa yang harus diseriusi. Harus dicari tahu penyebab pastinya secara berturut-turut," kata Metty pada Sabtu, 13 September 2025.
Baca Lainnya :
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
Selain itu, Metty juga meminta agar diberikan pendampingan bagi para korban dugaan keracunan, termasuk dukungan psikologis untuk mencegah trauma pada anak-anak yang menerima makanan dari program MBG.
"Ini yang harus diperhatikan juga, termasuk psikologis anaknya. Jangan sampai mereka trauma dengan makanan yang diterima dari program MBG," ujarnya.
Metty menekankan bahwa beberapa kejadian dugaan keracunan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh dan secepatnya. Program MBG, sebagai program pemerintah yang memiliki tujuan baik, harus dijalankan dengan baik dan aman untuk masyarakat.
"Tujuan program ini baik. Jangan sampai terjadi masalah yang berturut-turut. Tentu harus ada evaluasi menyeluruh dan secepatnya," tegasnya. (tim dens).











