- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Ketua BAZNAS H. Tata: Pengabdian Zakat di Cianjur Menuju Era Baru 2026-2031

Keterangan Gambar : Ketua BAZNAS Kabupatem Cianjur, Jawa Barat, H. Tata A.Pi. MM.
Pinusnews.id - Proses seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026-2031 menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat setempat. Pada Sabtu, 9 Mei 2026, di lingkungan Pemda Cianjur, tahapan tes tertulis telah selesai diikuti para peserta, termasuk Ketua BAZNAS petahana, H. Tata A. Pi., M.M. Sebagai figur sentral dalam pengelolaan zakat di daerah tersebut, Tata menyampaikan rasa syukurnya pasca-tes, sekaligus membuka wawasan tentang tantangan dan harapannya ke depan.
“Alhamdulillah, barusan sudah mengikuti tes tertulis bersama para peserta lainnya. Harapan saya, siapapun yang nanti mendapatkan amanah sebagai pimpinan BAZNAS periode mendatang, tentu harus lebih baik dibanding periode sebelumnya,” ujar Tata kepada wartawan. Pernyataan ini mencerminkan sikap rendah hati seorang petahana yang tidak hanya berpartisipasi, tapi juga mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan.
Tata memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat dalam seleksi ini. Tingginya minat peserta menandakan kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional. Bagi Tata, BAZNAS bukan sekadar lembaga administratif, melainkan pilar utama dalam mengentaskan kemiskinan melalui distribusi zakat kepada mustahik atau penerima manfaat di Kabupaten Cianjur.
Baca Lainnya :
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
“Saya sangat mengapresiasi banyaknya peminat yang ikut seleksi ini. Artinya masyarakat memiliki kepedulian terhadap pengelolaan zakat. BAZNAS ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di Kabupaten Cianjur,” imbuhnya. Di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi, peran BAZNAS semakin krusial untuk menjembatani zakat dari muzakki ke mustahik, sehingga memperkuat solidaritas sosial di wilayah agraris seperti Cianjur.
Materi tes tertulis yang diikuti peserta mencakup tiga pilar pengetahuan dasar: regulasi, fikih zakat, dan wawasan kebangsaan. Tata menyoroti hal ini sebagai fondasi yang solid untuk calon pemimpin. “Kalau saya perhatikan, materi seleksi mencakup regulasi, fikih zakat, dan wawasan kebangsaan. Itu tiga kategori utama yang diuji,” jelasnya. Pendekatan ini memastikan pemimpin BAZNAS tidak hanya paham aspek syariat, tapi juga regulasi negara dan semangat kebangsaan.
Meski berpeluang kembali terpilih, Tata tidak menunjukkan ambisi berlebih. Di usia 64 tahun, ia memandang partisipasinya sebagai bentuk pengabdian semata. “Saya tidak bisa mengatakan optimis atau tidak. Saya ikut berpartisipasi untuk menyemangati saja. Usia saya sekarang sudah 64 tahun. Kalau memang nanti tidak mendapat peluang, mungkin memang sudah waktunya saya istirahat,” ungkapnya. Sikap ini menginspirasi, menekankan bahwa kepemimpinan adalah amanah, bukan perebutan kekuasaan.
Namun, Tata tetap terbuka jika masih diperlukan. “Kalau memang saya memenuhi syarat dan masih diperlukan, tentu saya siap mengabdi,” jelasnya. Di balik kerendahan hatinya, ia juga jujur mengakui pekerjaan rumah (PR) kepemimpinannya yang belum optimal, terutama penghimpunan zakat mal yang baru mencapai 30 persen dari target. “PR terbesar itu penghimpunan zakat mal. Saat ini baru sekitar 30 persen yang bisa terhimpun. Itu belum maksimal,” paparnya.
Tantangan serupa terlihat pada penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Cianjur. Sementara kontribusi ASN Kemenag sudah baik, ASN pemda masih memerlukan penataan. “Kalau ASN Kemenag alhamdulillah sudah cukup bagus. Tapi ASN pemerintah daerah masih perlu penataan dan penguatan lagi,” jelas Tata. Isu ini menyoroti perlunya sosialisasi dan sistem yang lebih inklusif untuk memaksimalkan potensi zakat dari pegawai negeri.
Tata siap mendukung penerusnya, melihat pergantian kepemimpinan sebagai hal wajar dalam organisasi. “Kalau saya tidak terpilih, itu sesuatu yang wajar. Saya akan tetap mendukung siapapun yang nanti mendapatkan amanah. Bahkan saya ingin menyampaikan PR-PR yang belum terselesaikan agar bisa dilanjutkan,” tandasnya.
Jika tidak terpilih, ia berencana fokus pada kegiatan keagamaan di masjid dan pesantren. “Kalau nanti tidak terpilih, mungkin saya lebih banyak di masjid dan pesantren. Saya ingin fokus membina para santri dan jamaah,” katanya.
Pesan penutup Tata menekankan pengelolaan zakat berbasis syariat. “Siapapun yang terpilih nanti, semoga menjalankan amanah sesuai regulasi dan ketentuan syariat. Penghimpunan zakat itu ada dalam Surat At-Taubah ayat 103, sedangkan pendistribusiannya di ayat 60,” ungkapnya. Keadaan ini menggambarkan transisi kepemimpinan BAZNAS Cianjur yang penuh harapan, di mana pengabdian Tata menjadi teladan bagi generasi baru. (dens).











