- Diskumdagin Cianjur Akselerasi UMKM Naik Kelas: Bantuan Alat Usaha 2026 Jadi Katalis Produktivitas
- Bupati Cianjur Kukuhkan H. Denny Saeful Rohman Jadi Ketua BAZNAS Periode 2026-2031
- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
Kepala BPBD Cianjur: Musim Kemarau Akan Segera Berakhir

Keterangan Gambar : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Sukma Wijaya).
Pinusnews.id - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Sukma Wijaya memprediksi musim kemarau akan segera berakhir. Ditandai dengan mulai seringnya turun hujan.
"Mulai memasuki September ini, hujan sudah mulai sering. Kita prediksi kemarau panjang akan berakhir," kata Asep, Selasa 3 September 2024.
Dengan begitu, Asep berharap krisis air bersih yang sempat melanda beberapa wilayah di Cianjur akan mulai berakhir pula.
Baca Lainnya :
- 350 Buruh Gelar Demo ke PT. QL Agrofood di Haurwangi CianjurÂ
- Pemdes Tanjungsari Salurkan Bansos Pemprov Jabar Tahap III
- Seorang Hamba Allah dari Cikalongkulon, Telah menyumbang Ratusan Sumur Bor untuk Masjid
- Bela Nabi Muhammad SAW, Umat Islam Cianjur Unras Presiden Perancis Harus Minta Maaf
- 7 Orang PMI Meninggal Di Arab Saudi, 4 Diantaranya Asal Cianjur
"Setidaknya, dengan beberapa kali hujan belakangan ini bisa jadi resapan air untuk mengisi sumur-sumur warga yang beberapa bulan ini surut," ungkapnya.
Selama periode kemarau kemarin, pihaknya juga menerima beberapa laporan krisis air dibeberapa desa, mulai dari Cianjur bagian Selatan hingga Utara.
"Seperti di Kadupandak, Leles, Agrabinta, Cibeber, Karangtengah, dan kecamatan lainnya. Tapi saya lupa ada berapa desa, tidak lebih dari 20 desa," kata Asep.
Laporan-laporan tersebut, lanjutnya, akan di disposisi ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Cianjur.
"Kita arahkan surat laporan kekeringan itu untuk nantinya dibuatkan sumur bor oleh Disperkim," kata Asep.
Dengan pembuatan sumur bor di daerah yang rawan kekeringan, diharapkan bisa mengatasi permasalah krisis air bersih yang dianggap menjadi agenda tahunan.
"Semoga sumur bor yang nanti akan dibangun menjadi solusi jangka panjang khususnya saat kemarau tiba," harap Asep.
Meski dengan turunnya hujan dianggap sebagai berkah untuk masyarakat, namun pihaknya mengimbau agar tetap wapada.
"Tetap waspada saat hujan deras yang tiba-tiba turun. Apalagi disertai angin kencang, karena itu bisa berpotensi menyebabkan pohon tumbang, longsor, dan bencana yang tidak bisa diprediksi lainnya," tandasnya. (tim).











