- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
Kejar Target PAD 2026, Bapenda Jabar Siapkan Sejumlah Program Unggulan

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat menyiapkan sejumlah program untuk merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 sebesar Rp19,519 triliun.
Kepala Bapenda Jabar Asep Supriatna melalui Sekretaris Bapenda Jabar M. Deni Zakaria menyatakan optimistis mampu mencapai target PAD yang sudah ditetapkan pada tahun ini.
"Kita harus optimistis mencapai target. Selain menggenjot perolehan pajak kendaraan, kita juga yakin pendapatan lain termasuk transfer dana dari pusat pada tahun ini bakal masuk," jelasnya, Senin (2/2/2026).
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
Deni mengatakan, Pajak Kendaraan Bermotor menjadi pemasukan terbesar yang diperoleh Bapenda setiap tahun. Kemudian, pemasukan besar berasal dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
Pada 2026, Pajak Kendaraan Bermotor ditargetkan dapat dicapai sebesar Rp6,2 triliun dan BBNKB senilai Rp3,3 triliun.
Bapenda tidak diam untuk segera merealisasikan sejumlah target tersebut. Sejak awal 2026, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan sudah dilakukan, termasuk melakukan operasi gabungan khusus untuk mengejar penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Barat.
Operasi tersebut diperlukan karena masih terdapat sekitar 5 juta pemilik kendaraan di Jawa Barat yang belum membayar kewajibannya, meski sempat diberikan program insentif/keringanan pembayaran melalui program pemutihan denda pajak 2025.
Dikatakan Deni, operasi gabungan akan dilakukan secara masif di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dan rutin dilakukan setiap bulan, bahkan setiap pekan di wilayah tertentu. Sebelumnya, kegiatan tersebut dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Kegiatan penelusuran kendaraan ke rumah-rumah atau perusahaan/pabrik besar juga akan dilakukan oleh Bapenda dengan menggandeng pihak ketiga.
"Kita akan telusuri karena bisa jadi kemungkinan ternyata sudah pindah tangan, bahkan sudah pindah provinsi. Tetapi di tempat yang barunya belum dibaliknamakan," terang Deni.
Bapenda juga memaksimalkan karyawannya yang berjumlah lebih dari 800 orang untuk melakukan penelusuran melalui aplikasi Panah Pasopati.
Penambahan Samsat Pembantu
Selain menggelar operasi khusus, Bapenda Jabar juga menambah empat kantor Samsat cabang pembantu, dua di antaranya berlokasi di Kabupaten Bogor yang dapat melayani pajak lima tahunan.
"Kita tambah saluran pembayaran untuk mempermudah pembayaran pajak. Lalu menambah bank yang bekerja sama dengan Bapenda sehingga bisa bayar di mana saja, termasuk gerai minimarket," kata Deni.
Deni menegaskan jika program pemutihan denda pajak kendaraan tidak akan dilanjutkan sehingga masyarakat kini harus patuh membayar pajak. Bagi yang patuh, lanjutnya, pada akhir tahun akan diberikan hadiah undian menarik. (tim dens).











