- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Ke Tujuh Kalinya Bunga Bangkai Indukan Mekar di Kebun Raya Cibodas

Keterangan Gambar : Tampak terlihat Bunga Bangkai Indukan Mekar di Kebun Raya Cibodas, Cianjur.
Pinusnews.id - Amorphophallus Titanum Beec atau yang dikenal dengan nama bunga bangkai kembali mekar di Kebun Raya Cibodas, Sabtu (25/5/2025).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bunga bangkai tersebut merupakan induk bunga bangkai yang ada di Kebun Raya Cibodas, dan sudah mekar untuk ke-7 kalinya setelah pertama kali mekar di tahun 2003 dengan tinggi berbunga mencapai 2,7 meter.
Pada tahun 2007, bunga bangkai tersebut mekar dengan ketinggian mencapai 3,17 meter, tahun 2011 mencapai 3,2 meter, tahun 2016 memiliki ketinggian 3,735 sentimeter, sedangkan tahun 2017 mencapai 3,4 meter, tahun 2020 3,52 meter. Tanaman bunga bangkai yang mekar saat ini diperkirakan sudah berumur 35 tahun.
Baca Lainnya :
- Bupati Herman Kukuhkan Kepengurusan Kadin Cianjur
- Bey Machmudin Dukung Putri Indonesia Ikut Miss Supranational di Polandia
- Macan Tutul dan Macan Kumbang Tertangkap Kamera Pengawas CCTV di Taman Gunung Gede Pangrango
- Diskominfo Cianjur Laksanakan Pelatihan dan Evaluasi Prinsip SDI
- CYCLING DE JABAR 2024 Terus Dikembangkan Eco Green Tourism di Objek Wisata Jawa Barat
Peneliti Ahli Muda Riset Biosistematika dan Evolusi (BRIN) Destri mengatakan, di tahun 2016 bunga bangkai tersebut memiliki ketinggian 3,735 sentimeter, dan langsung berbunga lagi di tahun 2017 dengan ketinggian 3,4 meter tanpa ada fase vegetatif sehingga mempengaruhi cadangan makanan yang terdapat di umbi karena untuk sekali berbunga akan membutuhkan energi besar.
"Tanaman ini butuh waktu untuk memasak cadangan energi di umbi hingga suatu saat nanti bisa kembali pada kondisi yang sama dengan tahun 2016 atau mungkin bisa lebih," kata Destri, Minggu (26/5/2024).
Dikatakan Destri, tanaman yang memiliki bentuk perbungaan menjulang tinggi. Dengan tongkol atau spadix yang dikelilingi oleh selendang, bunga saat mekar berwarna merah hati, tanaman merupakan asli Indonesia endemik Sumatera. Bunga bangkai ini selain memiliki aroma yang khas seperti bau bangkai juga mempunyai permukaan terbesar di dunia atau disebut sebagai The giant inflorescent in the world.
Selain itu lanjut Destri tanaman ini memiliki masa berbunga empat tahun sekali dengan tiga fase pertumbuhan yaitu fase vegetatif (berdaun) generatif (berbunga) dan fase dorman (istirahat).
"Saat tanaman ini berbunga, kita hanya bisa menikmatinya selama tiga hingga lima hari hal tersebutlah yang menarik perhatian masyarakat untuk melihatnya," ujarnya. (tim).











