- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
KDM Hadiri Rakor Antikorupsi, Tekad Wujudkan Pemerintahan Bersih Sambut Indonesia Emas

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Rapat Koordinasi Nasional bertema "Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Bebas dari Korupsi Pasca Pelantikan Kepala Daerah", yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para kepala daerah untuk memperkuat komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinan terhadap masih maraknya praktik korupsi di Indonesia. la menyebut, sepanjang pengalamannya sebagai jaksa, banyak menangani kasus yang melibatkan pejabat tinggi negara, mulai dari presiden, pimpinan partai politik, hingga kepala daerah.
Baca Lainnya :
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
"Rasanya sudah bosan menangani perkara korupsi. Tapi demi bangsa dan negara, saya tetap berbagi pengetahuan agar kita bisa membangun Indonesia yang adil dan makmur, sebagaimana amanat UUD 1945 dan Pancasila," ujar Johanis.
Johanis juga menyoroti rendahnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang pada 2024 hanya mencapai skor 37. Angka ini, menurutnya, menjadi cermin kuatnya akar korupsi di berbagai lini pemerintahan.
la menambahkan, pemberantasan korupsi bukan hal baru. Sejak era Presiden Soekarno tahun 1957, korupsi telah menjadi musuh bersama hingga lahirnya Undang-Undang Darurat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 1960. Namun, hingga kini, praktik korupsi masih kerap terjadi.
"Kalau kita lihat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, IPK mereka jauh lebih tinggi. Karena mereka berhasil membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Kita ini negara kaya raya, punya tambang, emas, dan nikel, tapi masih saja dibayangi korupsi," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan antikorupsi, KDM sapaan akrab Gubernur bersama Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa menandatangani komitmen antikorupsi di akhir acara. (tim-dens).











