- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Jelang Musim Hujan Petani di Sindangbarang Mulai Garap Lahan Kering Tanam Padi Huma

Keterangan Gambar : Para petani tampak sedang mengolah tanah bersiap menanam padi huma di Desa Sirnagalih, Sindangbarang, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Memasuki awal musim penghujan, para petani di Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, mulai menggarap lahan kering untuk menanam padi huma.
Tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan utama masyarakat desa.
Padi huma atau padi ladang ditanam di lahan tanpa irigasi teknis, mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air. Di Sindangbarang, praktik ini masih bertahan kuat, terutama di kampung-kampung pedesaan.
Baca Lainnya :
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
Zainal (48), petani asal Kampung Kiaramenyan, mengaku mulai menanam lebih awal tahun ini karena curah hujan cukup deras.
“Kalau menunggu terlalu lama, tanah bisa kering lagi. Jadi begitu hujan turun pertama, langsung kami tanam,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
Benih yang digunakan para petani adalah varietas lokal yang sudah terbukti tahan di lahan kering sekaligus mampu melawan hama. Meski tidak membutuhkan banyak air, perawatan padi huma tetap menantang karena harus menjaga lahan agar bebas dari gulma.
Zainal menuturkan, penanaman biasanya berlangsung mulai pertengahan September hingga awal Oktober. Selain hasil panen yang lebih pulen dan disukai banyak orang, padi huma juga punya nilai ekonomi bagi petani.
“Ini bukan sekadar menanam padi, tapi menjaga warisan leluhur yang sudah turun-temurun,” tambahnya.
Untuk mempercepat proses tanam, para petani di Sirnagalih masih menjunjung tinggi budaya gotong royong lewat sistem ngarambet saling membantu tanpa upah. Sistem ini membuat pekerjaan lebih ringan sekaligus mempererat solidaritas antarpetani.
Tradisi menanam padi huma di lahan kering membuktikan bahwa kearifan lokal masih menjadi penopang pangan masyarakat pedesaan. Meski tanpa irigasi, pertanian tetap berjalan asalkan dilakukan dengan tepat dan penuh kebersamaan. (tim dens).











