- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Jangan Jadi Penerima Bansos, KPM-PKH Dilatih Teknik Kuliner

Keterangan Gambar : Pihak Dinsos Kabupaten Cianjur, Hero Kabid Linjamsos, memberikan arahan kepada para KPM dan PKH.
pinusnews.id Cianjur -Sebanyak 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Penerima Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknik pengolahan makanan kuliner, yang diprakarsai Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, bertempat di Wisma Pandawa Kemensos Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, selama 5 hari dari tanggal 31 Oktober sampai 4 November 2022.
Menurut Kabid Linjamsos pada Dinsos Cianjur, Hero, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Penerima Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), dilatih untuk bisa mandiri dalam melakukan usahanya sebagai bekal nantinya dalam menopang hidup sehari-hari.
"Sehingga setelah keluar mereka dari kepesertaan PKH dapat memiliki ketrampilan usaha dan potensi bisnis, dalam mengembangkan usaha di bidang pengolahan makanan kuliner," kata Hero.
Baca Lainnya :
- Jenazah Musso, Pemimpin Pemberontakan PKI Madiun, di RS Ponorogo (31 Oktober 1948)
- Babinsa Wawan Lakukan Pendampingan Penandaan dan Pendataan Hewan Ternak
- Hayam Wuruk Raja Majapahit Berkuasa di Nusantara
- Pasar Rakyat Kadupandak Dukung Kelancaran Proses Perekonomian
- Pahlawan Prawatasari yang Asing di Tanah Kelahirannya Cianjur
Disebutkan, sebanyak 30 orang dari 7 Kecamatan di Kabupaten Cianjur yaitu Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Cibeber, Warungkondang, Mande, Sukaresmi, dan Cugenang, yang kesemuanya adalah KPM PKH itu dilatih dan dibimtek oleh Pemateri dan Narasumber dari Dinas Kuperdagin, Dinas Kesehatan, Unpad , Widyaiswara dan Tim Kerja BBPPKS (Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial) Bandung.
Mereka para KPM dan PKH dilatih bagaimana memiliki motivasi dalam berusaha, mengenal jenis dan usaha makanan kuliner, kesehatan dan kebersihan olahan pangan, mendapatkan akses modal, kemasan produk dan pembuatan logo, pencatatan dan pembukuan sederhana keuangan dan pemasaran.
Selanjutnya, Pemerintah melalui Kemensos RI dalam hal ini oleh BBPPKS, memberikan bantuan peralatan untuk menunjang usaha makanan kuliner seperti kompor gas dengan regulatornya, panci, wajan, alat parutan modern dan lain-lain, yang kesemuanya untuk dipergunakan sebaik-baiknya dalam melakukan kegiatan usaha bisnis kuliner sehari-hari, dimana peralatan masak itu tidak boleh dijual, disewakan atau rusak.
Bantuan alat-alat penunjang usaha itu semuanya menjadi milik KPM peserta pelatihan yang nanti dari pihak BBPPKS atau Kemensos, setelah 3 bulan dari sekarang akan melakukan Monev ke lapangan, untuk memastikan usaha kewirausahaan bisa dijalankan dengan baik sesuai harapan.
"Harapan dari pemerintah, semoga hasil pelatihan dimaksud dapat bermanfaat dan bisa menopang penghasilan sehari² para KPM PKH, sehingga mereka bisa graduasi (tidak lagi menjadi peserta dan penerima lagi bansos PKH) atau keluar dari kepesertaan PKH," tambah Hero.
Selain itu, pemerintah juga berharap agar warga masyarakat atau dalam hal ini KPM dapat diberdayakan, untuk berpotensi bisa mandiri dan tidak lagi menjadi KPM Bansos lagi. Sudah saatnya masyarakat mandiri untuk diberdayakan dan bukan lagi selalu dibantu.
Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Kabid Linjamsos Hero, mewakili Kadis Dinsos Kabupaten Cianjur.
Penulis: Dens.











