- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Jalan Baru Dibangun Tertimpa Longsor, Akses Kegiatan Warga Lumpuh, Pemda Cianjur Harus Turun Tangan

Keterangan Gambar : Jalan di Desa Batulawang, Cibinong yang baru dibangun dengan pengecoran tertimpa longsoran material tanah, mengakibatkan akses kegiatan warga jadi lumpuh.
Pinusnews.id - Proyek pengecoran jalan di Kampung Ciparaja, Desa Batulawang, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan, yang baru rampung beberapa pekan lalu, kini kembali terputus akibat longsor.
Material tanah menimbun sebagian badan jalan, membuat akses utama warga lumpuh.
Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, meski jalan sudah selesai dicor menggunakan dana desa, risiko longsor tetap tinggi lantaran tebing di sisi jalan tidak dibarengi dengan penanganan teknis.
Baca Lainnya :
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
“Pengecoran sudah tuntas sesuai perencanaan. Tapi karena kontur tanah di sini curam dan labil, longsor mudah terjadi saat hujan. Kami harap Dinas PUTR segera turun tangan membangun bronjong atau penahan tebing,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Warga pun mengeluhkan situasi ini. Jalan tersebut bukan hanya jalur penghubung antar dusun, tetapi juga nadi ekonomi masyarakat. Tanpa perbaikan permanen, potensi longsor dipastikan terus berulang setiap musim hujan.
“Baru saja jalan bisa dipakai, sudah tertutup longsor lagi. Kalau dibiarkan, aktivitas warga makin terganggu,” tambah Ujang.
Pihak desa mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada wilayah rawan bencana seperti Batulawang. Pemasangan bronjong dinilai langkah mendesak untuk mencegah kerusakan berulang yang menghambat mobilitas warga. (tim dens).











