- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Jalan Baru Dibangun Tertimpa Longsor, Akses Kegiatan Warga Lumpuh, Pemda Cianjur Harus Turun Tangan

Keterangan Gambar : Jalan di Desa Batulawang, Cibinong yang baru dibangun dengan pengecoran tertimpa longsoran material tanah, mengakibatkan akses kegiatan warga jadi lumpuh.
Pinusnews.id - Proyek pengecoran jalan di Kampung Ciparaja, Desa Batulawang, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan, yang baru rampung beberapa pekan lalu, kini kembali terputus akibat longsor.
Material tanah menimbun sebagian badan jalan, membuat akses utama warga lumpuh.
Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, meski jalan sudah selesai dicor menggunakan dana desa, risiko longsor tetap tinggi lantaran tebing di sisi jalan tidak dibarengi dengan penanganan teknis.
Baca Lainnya :
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
“Pengecoran sudah tuntas sesuai perencanaan. Tapi karena kontur tanah di sini curam dan labil, longsor mudah terjadi saat hujan. Kami harap Dinas PUTR segera turun tangan membangun bronjong atau penahan tebing,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Warga pun mengeluhkan situasi ini. Jalan tersebut bukan hanya jalur penghubung antar dusun, tetapi juga nadi ekonomi masyarakat. Tanpa perbaikan permanen, potensi longsor dipastikan terus berulang setiap musim hujan.
“Baru saja jalan bisa dipakai, sudah tertutup longsor lagi. Kalau dibiarkan, aktivitas warga makin terganggu,” tambah Ujang.
Pihak desa mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada wilayah rawan bencana seperti Batulawang. Pemasangan bronjong dinilai langkah mendesak untuk mencegah kerusakan berulang yang menghambat mobilitas warga. (tim dens).











