- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Jalan Baru Dibangun Tertimpa Longsor, Akses Kegiatan Warga Lumpuh, Pemda Cianjur Harus Turun Tangan

Keterangan Gambar : Jalan di Desa Batulawang, Cibinong yang baru dibangun dengan pengecoran tertimpa longsoran material tanah, mengakibatkan akses kegiatan warga jadi lumpuh.
Pinusnews.id - Proyek pengecoran jalan di Kampung Ciparaja, Desa Batulawang, Kecamatan Cibinong, Cianjur Selatan, yang baru rampung beberapa pekan lalu, kini kembali terputus akibat longsor.
Material tanah menimbun sebagian badan jalan, membuat akses utama warga lumpuh.
Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, meski jalan sudah selesai dicor menggunakan dana desa, risiko longsor tetap tinggi lantaran tebing di sisi jalan tidak dibarengi dengan penanganan teknis.
Baca Lainnya :
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
“Pengecoran sudah tuntas sesuai perencanaan. Tapi karena kontur tanah di sini curam dan labil, longsor mudah terjadi saat hujan. Kami harap Dinas PUTR segera turun tangan membangun bronjong atau penahan tebing,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).
Warga pun mengeluhkan situasi ini. Jalan tersebut bukan hanya jalur penghubung antar dusun, tetapi juga nadi ekonomi masyarakat. Tanpa perbaikan permanen, potensi longsor dipastikan terus berulang setiap musim hujan.
“Baru saja jalan bisa dipakai, sudah tertutup longsor lagi. Kalau dibiarkan, aktivitas warga makin terganggu,” tambah Ujang.
Pihak desa mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada wilayah rawan bencana seperti Batulawang. Pemasangan bronjong dinilai langkah mendesak untuk mencegah kerusakan berulang yang menghambat mobilitas warga. (tim dens).











