- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Jabar-Shizuoka Tindak Lanjuti Sister Province di Bidang Ketenagakerjaan

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menerima Kunjungan Delegasi Pemerintah Prefektur Shizuoka di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/2/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Herman mengungkapkan tindak lanjut dari Sister Province antara Pemda Provinsi Jabar dan Prefektur Shizuoka Jepang dalam bidang ketenagakerjaan.
"Sister Province antara Jawa Barat dengan Shizuoka dan tentu kami tidak menyia-nyiakan hubungan ini, yang kami harapkan meningkatkan dampak kesejahteraan di Jawa Barat. Salah satunya pengiriman tenaga kerja," ucap Herman.
Baca Lainnya :
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
- Pemotor Meninggal Tertimbun Longsor, Jalan Sukanagara-Pagelaran Tertutup
- Akibat Tanah Longsor, Akses Jalan Sukanagara dan Pagelaran Cianjur Selatan Lumpuh Total
Herman menjelaskan, sudah 87 tenaga kerja dari warga Jabar yang bekerja di Prefektur Shizuoka. Sebanyak 87 tenaga kerja tersebut difasilitasi melalui Sister Province antara Jabar dan Shizuoka.
"Sudah 87 tenaga kerja ke Prefektur Shizuoka yang difasilitasi Sister Province antara Pemda Provinsi Jabar dan Prefektur Shizuoka dan tentu berharap di 2025 bisa kita tingkatkan bisa paling tidak 500-1.000 tenaga kerja yang dikirimkan kami akan konsolidasikan," tuturnya.
Namun, Herman menyadari untuk mencapai target 500 tenaga kerja ke Prefektur Shizuoka dari Jawa Barat memerlukan peningkatan kemampuan bahasa. Maka, ia akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang tepat dan terukur.
"Kami akan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang akan diterbangkan ke Shizuoka. (Tahun 2025) Ada 8.000 pendaftar dari tenaga kerja dengan kuota 200. Dari (kuota) 200 paling hanya 85 orang kualitas bahasanya (yang memenuhi) standar," ucap Herman.
"Kami harus koordinasi dengan kabupaten dan kota untuk menyiapkan tenaga pengajar berbahasa Jepang agar para pemuda kabupaten/kota memiliki keterampilan bahasa sampai memiliki kualifikasi N3," tambahnya.
Pemda Provinsi Jabar dan Prefektur Shizuoka telah menyiapkan beasiswa pendidikan bagi warga Jawa Barat.
"Kita juga bekerja sama dengan bidang pendidikan beasiswa untuk menimba ilmu di Prefektur Shizuoka," ucapnya.
Kepala Disdik Shizuoka Kunjungi SMAN 8 Bandung
Selain itu, Pemda Provinsi Jabar bersama Prefektur Shizuoka Jepang terus mempertajam kerja sama bidang pendidikan saling menguntungkan.
Pada Jumat (7/2/2025), Superintendent of Education atau Kepala Dinas Pendidikan Prefektur Shizuoka Jepang Mr. Shigehiro Ikegami mengunjungi SMA Negeri 8 Kota Bandung di Jalan Solontongan dan Bandung Independent School di Jalan Soeria Soemantri.
Pada kunjungan kedua sekolah tersebut, Shigehiro menegaskan komitmen pemerintah Shizuoka untuk melanjutkan kerja sama pendidikan dengan Pemda Provinsi Jabar.
"Di antara bentuk kerja sama itu antara lain dengan pertukaran pelajar antara Fuji no Kuni International Highschool Shizuoka dengan beberapa SMA dengan kurikulum International Baccalaureate (IB)," katanya.
Kurikulum IB adalah program pendidikan internasional yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan akademik, dan sikap sosial siswa, yang dirancang untuk siswa usia 3 – 19 tahun.
Menurut Shigehiro, sebelum kerja sama pertukaran pelajar diresmikan sebenarnya sudah ada beberapa pelajar dari Shizuoka yang belajar di SMA Negeri 8 Bandung.
"Kami mengunjungi SMA 8, sekaligus menengok pelajar kami yang tengah belajar di SMA 8. Mereka sangat kerasan belajar di SMA 8 dan bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan," tuturnya.
Selain pengembangan di bidang pendidikan terutama dalam penerapan kurikulum yang sedang berkembang, delegasi bidang pendidikan Shizuoka juga berencana mengunjungi situs budaya atau pendidikan di Jawa Barat. (tim-dens).











