- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 Meningkat Meski Terjadi Banjir

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tetap optimistis produksi padi 2026 akan meningkat dibandingkan 2025, meski pada awal tahun terjadi banjir di sejumlah areal sawah, seperti di Karawang, Bekasi dan Indramayu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat mengatakan, telah disiapkan sejumlah program untuk mengantisipasi gagal panen akibat banjir, salah satunya menanam ulang atau replanting.
"Jika ada bencana banjir lalu terjadi puso, kita akan replanting. Tapi memang data awal kerusakan masih disiapkan. Nanti akan ada bantuan dari pemerintah pusat sesuai usulan dari kami, yang juga berasal dari laporan Kabupaten dan kota," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
Perhatian khusus dari pemerintah pusat dan provinsi diberikan karena target swasembada pangan setiap tahun harus dapat direalisasikan. Pada 2025 lalu, Jabar memberikan andil optimal pada pencapaian swasembada pangan secara nasional.
Dadan menyebutkan panen pertama tahun ini akan berlangsung mulai Februari dan Maret 2026 yang merupakan hasil penanaman pada Oktober - Desember 2025. Ia optimistis produksi padi 2026 meningkat dibandingkan 2025 karena melihat data sementara realisasi tanam.
"Laporan masuk, realisasi tanam 2026 yang perhitungannya ditanam sejak Oktober hingga Desember sudah mencapai 592.176 hektare, meningkat 55 ribu hektare atau hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," tambah Dadan.
Menurutnya, petani juga semangat untuk menanam karena hasil panen pasti dibeli dengan harga tinggi sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Pemerintah menetapkan HPP untuk gabah kering panen (GKP) tahun 2026 tetap sebesar Rp6.500 per kg. Kebijakan ini diberlakukan oleh Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan sebagai jaring pengaman, dengan target penyerapan 4 juta ton setara beras untuk tahun 2026.
Badan Pusat Statistik pun memperkirakan produksi padi di Jabar pada 2026 meningkat dibandingkan 2025. Potensi produksi padi Jawa Barat selama periode Januari – Maret 2026 diperkirakan mencapai 2,48 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 0,45 juta ton (22,32 persen) dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2,03 juta ton. (tim dens).











