- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
- Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM
- Diskominfo Cianjur Perkuat Layanan Pengaduan agar Cepat dan Responsif
- Infak Kemanusiaan TK Thamrin Putradjaya dan BAZNAS Cianjur untuk Saudara di NTT
- DPMPTSP Cianjur Gerakkan Investasi di Tengah Tantangan Lahan
- Inilah Sikap Politik Ketua PSI Cianjur Terhadap Persoalan UHC di Kabupaten Cianjur
Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran.
Pinusnews.id - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama DPR RI kembali menyelenggarakan kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila. Acara yang digelar di Palace Hotel Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Selasa (28/7/2026).
Acara itu menghadirkan ratusan peserta dari lintas agama, pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan. Inisiatif ini bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila ke dalam praktik sehari-hari masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran. Menurutnya, program ini merupakan kerja sama antara BPIP dan Komisi XIII dan sudah dilaksanakan tiga kali.
Baca Lainnya :
- Sosialisasi 4 Pilar Bersama Kapolres Cianjur
- Cianjur Kini Ada Aplikasi Layanan Pelanggan New PLN Mobile
- KPU Tetapkan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Cianjur
- Tega-Teganya Ada Orang Membuang Bayi Perempuan
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
Kehadiran berbagai elemen masyarakat diharapkan memperkuat jejaring relawan yang mampu menyebarkan semangat kebajikan Pancasila ke tingkat akar rumput.
Isfhan menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh sekadar menjadi slogan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa pentingnya transformasi nilai-nilai dasar negara menjadi tindakan nyata, bukan hanya retorika semata.
Dia mengingatkan bahwa dalam praktik sehari-hari, Pancasila seringkali hanya digaungkan namun tidak diterapkan.
“Sering kali Pancasila hanya digaungkan, tetapi ketika dihadapkan pada praktik kehidupan, justru ditinggalkan. Karena itu program BPIP ini menjadi sangat penting,” kata Isfhan.
Apa yang dikatakan Isfhan tersebut menjadi penegas mengapa upaya konsisten diperlukan untuk menjaga relevansi ideologi kebangsaan.
Disamping menguatkan nilai, Isfhan juga memberi apresiasi atas keterlibatan beragam pihak. Ia menyebut kehadiran perwakilan enam agama, pelajar SMK, mahasiswa STT Cipanas, dan tokoh pemuda sebagai modal penting. Harapannya, para peserta dapat pulang sebagai relawan yang aktif menyebarkan praktik kebajikan Pancasila di lingkungan masing-masing.
Isu lain yang mendapat sorotan adalah tantangan yang datang dari derasnya arus informasi dan penggunaan gawai tanpa pengawasan. Isfhan menyoroti menurunnya moral generasi muda yang mudah terpengaruh budaya luar lewat gadget.
“Budaya luar sangat mudah masuk melalui gadget sehingga berbagai konten dapat dikonsumsi tanpa penyaringan dan berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Menurut Isfhan, dampak negatif tersebut sudah terlihat pada berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Dampak negatifnya terlihat dari berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” ungkapnya, sekaligus mengajak semua pihak untuk waspada dan berperan aktif dalam membentengi anak-anak dari pengaruh yang merusak.
Selain itu, Isfhan menekankan bahwa penguatan karakter bangsa adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya urusan pemerintah. Ia menyarankan agar pembentukan karakter dimulai dari keluarga, termasuk pengawasan dan pembatasan penggunaan gadget pada anak-anak.
“Pengaruh gadget sangat kuat sehingga perlu ada pengawasan dan pembatasan sejak dini,” pungkasnya. Pesan Isfhan ini mengingatkan bahwa menjaga nilai Pancasila dimulai dari langkah sederhana di rumah dan komunitas. (dens).











