- Dinas Pangan Cianjur Serukan Aksi Stop Boros Pangan
- Disdikpora Cianjur Dukung Sekolah Siaga Kependudukan, Bangun Generasi Muda Sadar Kependudukan
- Bupati Cianjur Turun ke Desa Sindangjaya, Warga Nikmati Layanan dan Bantuan Langsung
- Bapenda Cianjur Perkuat Kompetensi ASN melalui Sosialisasi Peraturan Kepegawaian 2026
- Padat Karya, Jalan Nyata Disnakertrans Cianjur Buka Lapangan Kerja
- Disdikpora Cianjur Bergerak Cepat Pastikan SDN Karyamukti Aman bagi Murid
- Bapenda Cianjur Tunjukkan Kinerja Berpihak pada Rakyat melalui Santunan Anak Yatim
- Kejari Cianjur Perkuat Sinergi Reforma Agraria demi Kepastian Lahan bagi Warga
- Bukan Sekedar Nyanyi Indonesoa Raya: Disdikpora Cianjur Bangkitkan Semangat Kebangsaan
- KDM : Pilkades Elektronik Digital Lebih Murah, Cepat, dan Meminimalisir Kecurangan
DPMPTSP Cianjur Gerakkan Investasi di Tengah Tantangan Lahan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Superi Faizal.
Pinusnews.id - Hingga semester pertama 2026, Kabupaten Cianjur berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp1,33 triliun. Angka ini mewakili 35,2 persen dari target tahunan sebesar Rp3,78 triliun. Capaian tersebut menunjukkan dinamika positif dalam iklim investasi daerah, meski masih ada ruang untuk ditingkatkan pada semester kedua.
Di balik angka tersebut, terdapat kerja keras Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur. Kepala DPMPTSP, Superi Faizal, secara terbuka menyampaikan bahwa capaian ini berasal dari laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang dilaporkan oleh berbagai sektor usaha.
“Sampai dengan semester pertama ini baru tercapai Rp1,33 triliun atau kalau melihat dari capaian ada di angka 35,2 persen,” ujar Superi, Senin (14/9/2026).
Baca Lainnya :
- Polisi Bekuk Oknum Pendamping PKH Maling Dana KPM Ratusan Juta Rupiah
- Mantaap, Cianjur Jadi Tuan Rumah HPN 2021
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,08 triliun. Sektor ini mencatat 204 laporan LKPM dan menyerap 1.674 tenaga kerja. Dominasi ini menunjukkan bahwa Cianjur masih menjadi destinasi menarik bagi industri manufaktur, terutama karena lokasinya yang strategis di antara Jakarta dan Jawa Barat.
Selain industri pengolahan, sektor lain juga turut berkontribusi. Sektor jasa keuangan dan asuransi mencatat investasi Rp60,2 miliar dengan 41 laporan LKPM. Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang Rp54,9 miliar, sementara pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai Rp44,075 miliar. Real estate juga mencatatkan Rp32,63 miliar. Secara keseluruhan, investasi ini menyerap 2.120 tenaga kerja.
Berdasarkan status penanaman modal, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan nilai sekitar Rp1,09 triliun atau 82 persen dari total realisasi. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp240 miliar atau 18 persen. Dominasi PMA ini menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap potensi ekonomi Cianjur.
Superi Faizal menyebutkan beberapa faktor yang membuat investor tertarik menanamkan modal di Cianjur. Pertama, jumlah penduduk yang besar menciptakan pasar potensial. Kedua, posisi geografis Cianjur yang berada di antara Jakarta dan Jawa Barat memudahkan distribusi logistik. Ketiga, ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, tingkat upah minimum yang relatif lebih rendah dibandingkan kawasan industri lain juga menjadi pertimbangan.
Meski optimistis, DPMPTSP Cianjur mengakui adanya kendala dalam proses investasi. Salah satu tantangan utama adalah kesesuaian lahan dengan regulasi tata ruang. Beberapa investor yang telah mengincar lahan harus mengurungkan rencana karena lokasi yang dipilih masuk dalam kawasan yang tidak diperbolehkan untuk kegiatan investasi tertentu.
“Setelah dicek, lahannya masuk ke dalam pola ruang, atau masuk LP2B maupun LSD. Secara perda juga masuk dalam peruntukan lahan pertanian tanaman pangan,” jelas Superi Faizal
Untuk mengejar target investasi Rp3,78 triliun hingga akhir tahun, DPMPTSP Cianjur akan mengoptimalkan pendampingan kepada perusahaan. Langkah ini termasuk mendatangi perusahaan yang telah beroperasional secara langsung atau door to door.
“Mudah-mudahan perusahaan yang belum melaporkan secara LKPM nantinya bisa melaporkan. Terutama melalui pendampingan door to door ke beberapa perusahaan yang telah beroperasional, sehingga realisasi investasi di Kabupaten Cianjur bisa terus meningkat,” ungkap Superi Faizal.
Dengan strategi pendampingan yang intensif dan komitmen untuk meningkatkan kepatuhan pelaporan LKPM, DPMPTSP Cianjur optimistis dapat meningkatkan realisasi investasi pada semester kedua.
Kinerja DPMPTSP Cianjur yang transparan, proaktif, dan berorientasi pada solusi menjadi kunci dalam menarik lebih banyak investor. Jika target tercapai, Cianjur tidak hanya akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakatnya. (dens)











