Ini Kata Ketua DKM Masjid Agung Cianjur KH. Deni Saepul Rachman Soal Nilai Idul Fitri dalam Kehidupa

24 Mar 2026, 08:09:22 WIB Cianjur
Ini Kata Ketua DKM Masjid Agung Cianjur KH. Deni Saepul Rachman Soal Nilai Idul Fitri dalam Kehidupa

Keterangan Gambar : Ketua DKM Masjid Agung Cianjur, KH. Deni Saepul Rachman.


Pinusnews.id - Idul Fitri merupakan salah satu momen paling sakral dalam kehidupan umat Islam yang dirayakan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Lebih dari sekadar perayaan, Idul Fitri mengandung nilai-nilai universal yang relevan bagi kehidupan umat manusia secara luas. Nilai-nilai ini tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, moral, dan kemanusiaan.

"Salah satu nilai utama Idul Fitri adalah kesucian dan penyucian diri. Setelah menahan hawa nafsu, amarah, dan berbagai godaan selama bulan Ramadan, manusia diajak untuk kembali kepada fitrah, yaitu keadaan suci seperti saat dilahirkan," tutur Ketua DKM Masjid Agung Cianjur, KH. Deni Saepul Rachman, di kantornya, Senin, 23 Maret 2026.

Menurut KH. Deni Saepul Rachman, nilai ini mengajarkan pentingnya refleksi diri dan perbaikan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Lainnya :

Selain itu, Idul Fitri juga menanamkan nilai keikhlasan. Segala bentuk ibadah yang dilakukan selama Ramadan diharapkan dilakukan semata-mata karena Tuhan, tanpa pamrih atau keinginan untuk dipuji. 

"Keikhlasan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang tulus, baik dengan Tuhan maupun sesama manusia," imbuhnya.

Lebih lanjut KH. Deni Saepul Rachman mengungkapkan, nilai kebersamaan dan persaudaraan juga sangat menonjol dalam perayaan Idul Fitri. Tradisi saling berkunjung, bersilaturahmi, dan berkumpul bersama keluarga maupun tetangga mencerminkan pentingnya menjaga hubungan sosial. 

"Dalam konteks kehidupan yang semakin individualistis, nilai ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian. Idul Fitri juga identik dengan saling memaafkan. Tradisi meminta dan memberi maaf mengajarkan manusia untuk melepaskan dendam dan memperbaiki hubungan yang retak," jelasnya meyakinkan.

Selain itu, nilai ini sangat penting dalam menciptakan kedamaian, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa.

Nilai kepedulian sosial turut menjadi bagian tak terpisahkan dari Idul Fitri, terutama melalui kewajiban zakat fitrah.

"Dengan berbagi kepada mereka yang kurang mampu, umat diajak untuk merasakan empati dan tanggung jawab sosial. Hal ini menumbuhkan kesadaran bahwa kesejahteraan bersama harus menjadi tujuan bersama," tegasnya.

Pada bagian lain Ketua DKM Masjid Agung yang nurah senyum ini mwnyatakan secara gamblang, disiplin dan pengendalian diri yang dilatih selama Ramadan juga menjadi bekal penting setelah Idul Fitri. Manusia diajak untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun, seperti kesabaran, ketekunan, dan kemampuan mengendalikan diri.

"Nilai ini sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Selain itu, Idul Fitri mengajarkan rasa syukur yang mendalam. Setelah melewati proses ibadah yang panjang, umat merayakan dengan penuh rasa terima kasih atas nikmat yang telah diberikan. Rasa syukur ini tidak hanya diwujudkan dalam ucapan, tetapi juga dalam sikap hidup yang lebih positif dan menghargai sesama," papar KH. Deni Saepul Rachman.

Menutup pendapatnya, KH. Deni Saepul Rachman menitikberatkan bahwa nilai-nilai Idul Fitri tidak hanya berlaku bagi umat Islam, tetapi juga memiliki makna universal bagi seluruh umat manusia. Kesucian, keikhlasan, kebersamaan, saling memaafkan, kepedulian, disiplin, dan rasa syukur adalah nilai-nilai yang dapat menciptakan kehidupan yang lebih harmonis. 

"Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut, Idul Fitri menjadi momentum untuk membangun dunia yang lebih damai dan berkeadilan," pungkasnya. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment