- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
Hikmah di Balik Musibah Kematian Emeril Khan Mumtaz
Oleh : Nanang Gojali

Keterangan Gambar : Nanang Gojali
Dilihat dari berbagai dimensinya, kematian putra orang nomor satu di Propinsi Jawa Barat, Emerril Khan Mumtaz yang lebih terkenal dengan panggilan Eril, bisa dibilang spektakuler. Bukan karena di-blow up sedemikian rupa oleh media, tapi lebih karena proses kematiannya yang mengundang kesedihan begitu banyak orang. Mungkin bukan hanya warga Jawa Barat, tetapi seluruh warga negara turut hanyut dalam kedukaan.
Seperti kita ketahui melalui pemberitaan media yang terus diulang-ulang, Eril meninggal karena tenggelam di Sungai Aere di Kota Bern Swiss. Jauh-jauh Eril datang kesana, bukan untuk menjemput maut. Eril datang kesana justru sedang menjemput masa depan dengan cara mencari sekolah yang kualified. Tetapi itulah qadarullah alih-alih Eril menemukan apa yang sedang dicarinya, malah ajal yang menjemputnya.
Baca Lainnya :
- FB Memang Spektakuler untuk Berinteraksi
- Hikmah di Balik Musibah Kematian Emeril Khan Mumtaz
- Rini Valentina, Nia Rohania, Didik Eros Sudarjono, Penulis Indonesia Terpilih Mewakili CIESART Tingk
- Abpednas Soroti Hasil Test Tertulis Bakal Calon Kepala Desa di Cianjur
- Desa Center Cianjur : Penyelenggara Pilkades Harus Netral
Dari dimensi ini, sebagai orang yang beriman pada qadarullah, kita mesti harus lebih meyakini bahwa pencarian tidak selalu linier dengan penemuan. Apa yang kita perjuangkan tidak harus selalu bertemu dengan keberhasilan. Apa yang kita usahakan, bahkan tidak untuk menghasilkan. Sebab yang menemukan, yang memberhasilkan, bukan kita. Semuanya mutlak berada dalam genggaman takdir ilahi. Maka, janganlah terlalu percaya diri dengan kemampuan bekerja dan berusaha. Jangan terlalu bangga dengan kekuatan ilmu, wawasan dan pengalaman, bisa menghasilkan apa yang diperjuangkan.
Dilihat dari bagaimana jasad Eril baru berhasil ditemukan setelah 14 hari hanyut di kedalaman Sungai yang konon airnya sangat dingin, setelah tim SAR gabungan bekerja keras mencarinya, dibantu dukungan do'a dari sebagian besar rakyat Jawa Barat, ini menunjukkan bahwa berusaha keras dan berdo'a keras, seraya terus bertawakal kepada Allah, sebagaimana ditunjukkan ayah ibunya, lambat atau cepat akan juga membuahkan hasil. Massage-nya, teruslah berjuang dan berdo'a dengan keras untuk sebuah cita-citamu!
Dari berbagai dimensi, pemulangan jenazah Eril dari Swiss sampai dengan prosesi penguburannya di Cimaung Bandung, adalah fenomena yang paling menarik. Ada yang membandingkan kematiannya dengan kematian orang-orang besar dan pesohor di Indonesia, kematian Eril yang paling fenomenal. Setidaknya dalam satu dekade terakhir. Hampir semua warga Bandung tumpah ruah ke jalan mengiringi iring-iringan jenazah Eril. Tidak sedikit dari mereka yang meluapkan kesedihannya dengan terus menangis. Ada apa dengan suasana kebatinan banyak orang saat menyaksikan prosesi pemakaman Eril? Jawaban empiriknya bisa subyektif dan relatif. Tetapi, saya menangkap ada sesuatu yang gaib yang sulit dijelaskan.
Dalam agama Islam, juga dalam agama lain, banyak hal yang bersifat misteri dan tidak bisa diurai secara ilmiah dan akademis. Hal ini karena agama itu mengandung prinsip ajaran kepercayaan dan keyakinan. Obyek kepercayaan dan keyakinan adalah hal gaib yang diluar ranah empirik.
Ketika Aa Gym melayat ke rumah duka, ia sempat bertanya kepada kang Emil, sapaan akrab kepada Ridwan Kamil, Eril itu punya amalan apa sehingga dishalat gaibkan oleh jutaan umat Islam, didoakan oleh banyak orang, dan ini jarang terjadi? Kang Emil pun tidak menjawab karena ia sendiri tidak tahu tentang amalan yang biasa dilakukan putranya.
Saya jadi teringat kisah seorang waliyullah Uwais al-Qarni. Di kampungnya, ia sama sekali tidak ada orang yang mengenalnya sebagai orang yang luar biasa, apalagi seorang waliyullah. Tapi ketika ia wafat, orang berdatangan dari penjuru kota Yaman. Membuat orang-orang bingung, siapa sebenarnya ia. Suatu saat Baginda nabi pernah menyampaikan kabar tentang dia. ia adalah orang yang tidak dikenal oleh ahli bumi tapi sangat dikenal oleh ahli langit.
Saya tidak bermaksud membandingkan Uwais dengan Eril, dan tidak menyebut Eril seorang waliyullah. Saya hanya ingin mengatakan bahwa orang-orang yang kematiannya fenomenal, tentu bukan orang sembarangan. Ia pasti punya amalan tertentu yang luar biasa dan tidak banyak diketahui orang.
Wallahu a'lam....











