- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
Helmi Halimudin Tangani Maksimal Kasus Pembacokan Pelajar SMP di Cibeber

Keterangan Gambar : Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur memberikan atensi terhadap kasus pembacokan pelajar SMP di Kecamatan Cibeber. Perangkat daerah itu pun memastikan korban berinisial MS yang masih berusia 14 tahun ini ditangani medis dengan baik.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur Helmi Halimudin, mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur menindaklanjuti kasus tersebut. Bagi korban, tak hanya secara medis yang perlu penanganan maksimal, tapi juga dibutuhkan penanganan secara psikis.
“Sekarang korban sedang dalam masa penyembuhan. Ada luka dalam. Untuk penanganan psikisnya sudah berkoordinasi dengan DPPKBP3A Cianjur. Sehingga nanti bisa menyembuhkan trauma dan bisa kembali bersekolah,” kata Helmi, Rabu 21 Agustus 2024.
Baca Lainnya :
- Semangat Kebersamaan HSN, Pjs Bupati Cianjur Siap Perangi Penyebarluasan Covid-19
- Hebat, Cidaun Cianjur Potensi Kembangkan Komoditas Ekspor Udang
- Sekda Cianjur Terima Kunjungan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat
- Saat Pandemi Covid-19, Warga Sidanglaka Cianjur Bangun Rumah Yang Ambruk
- Personil Polres Cianjur, Pengamanan Aksi Omnibus Law di Rapid Test
MS menjadi korban pembacokan tiga orang pelajar MTs saat pulang sekolah. Ketiga terduga pelaku yang masih di bawah umur berinisial AS (15), MA (15), dan IB. Helmi menuturkan, penanganan terhadap korban sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Alhamdulillah, pihak sekolah merespons cepat dengan menangani korban yang dibawa ke puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Sayang,” tutur dia.
Disdikpora Kabupaten Cianjur pun akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur yang menaungi MTs. Langkah itu dilakukan agar kejadian tak terulang.
“Kalau melihat dari kondisi, ini melibatkan satu sekolah di bawah Disdikpora Cianjur dan satu sekolah di bawah Kemenag Cianjur. Mari kita koordinasi yang baik dan matang. Jadi antara Disdikpora dan Kemenag membuat program penanggulangan kekerasan siswa,” paparnya.
Mengenai proses hukum para pelaku, Helmi menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian.
“Kalau untuk para pelaku kami serahkan proses hukumnya kepada kepolisian,” pungkasnya. (tim-dens).


.jpg)
.jpg)
.jpg)






