- Diskumdagin Cianjur Akselerasi UMKM Naik Kelas: Bantuan Alat Usaha 2026 Jadi Katalis Produktivitas
- Bupati Cianjur Kukuhkan H. Denny Saeful Rohman Jadi Ketua BAZNAS Periode 2026-2031
- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
Hati-Hati! Cianjur Sudah Memasuki Musim Hujan, Berpotensi Terjadinya Bencana Longsor dan Banjir

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Asep Kusmana Wijaya.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jaws Barat, menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor. Bahkan status siaga tersebut berlaku hingga Maret 2025.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan, saat ini Cianjur sudah memasuki musim hujan, sehingga berpotensi terjadinya bencana banjir dan longsor.
“Beberapa hari terakhir juga mulai terjadi bencana longsor baik yang menutup jalan ataupun merusak rumah warga, salah satunya yang terjadi di Kecamatan Naringgul yang menutup akses Cianjur-ciwidey,” kata Kalak BPBD Cianjur, Rabu (13/11/2024).
Baca Lainnya :
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Panwascam Sukaluyu Lantik 170 Anggota PTPS
Menurut Asep, BPBD pun segera mengambil langkah untuk menerapkan status siaga bencana banjir dan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan semua pihak.
“Status siaganya kita ajukan mulai 31 Oktober 2024. Jadi sekarang sudah berlaku. Berakhirnya sampai Maret 2025 atau sepanjang musim hujan,” kata Asep.
Untuk warga di daerah yang berada di kawasan dataran, lanjut dia, diminta untuk siaga bencana banjir, sedangkan kawasan pengunungan dan terdapat tebing diimbau untuk siaga bencana longsor.
“Jadi Cianjur ini lengkap, terdapat dataran tinggi dan dataran rendah. Sehingga potensi bencananya juga tinggi baik banjir dan longsor. Tapi tidak menyeluruh, untuk banjir di kawasan dataran rendah dan longsor di kawasan perbukitan atau pegunungan,” jelas Asep.
Asep meminta agar masyarakat tetap siaga saat terjadi hujan deras selama berjam-jam. “Tetap waspada dan siaga, apabila hujan deras cukup lama segera mengungsi apabila daerahnya berpotensi terjadi bencana,” ungkap Asep menegaskan. (dens).











