- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto mengahadiri secara langsung peringatan Hari Buruh Internasional bersama ribuan pekerja di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Pinusnews.id - Presiden Prabowo Subianto mengahadiri secara langsung peringatan Hari Buruh Internasional bersama ribuan pekerja di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Kehadiran Kepala Negara dalam peringatan tersebut menjadi momentum bersejarah, sekaligus penegasan kuat kehadiran negara dalam memperjuangkan perlindungan dan kesejahteraan kaum buruh.
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban menuturkan bahwa Presiden Prabowo menjadi salah satu dari hanya tiga kepala negara yang secara langsung merayakan Hari buruh bersama para pekerja, setelah Venezuela dan Bolivia. Momentum ini lebih dari sekadar kehadiran simbolik, tetapi penegasan atas kepedulian dan kedekatan pemimpin negara dengan kaum buruh.
“Bapak, pertama terima kasih sudah dua kali berturut-turut Bapak bersama buruh. Artinya Bapak melihat buruh ini sebagai kaum yang perlu diperjuangkan dan Bapak mencintai kami. Ini pak adalah presiden ketiga di seluruh dunia, pertama Venezuela, kedua Bolivia, ketiga Indonesia yang mau merayakan hari buruh dengan buruh,” ucap Ely dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo.
Baca Lainnya :
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
Selain itu, kehadiran Presiden Prabowo juga mencerminkan perubahan pendekatan dalam hubungan antara negara dan buruh. Jika sebelumnya peringatan hari buruh identik dengan penyampaian aspirasi di tengah sekat antara pemerintah dan
buruh, kini momentum tersebut menjadi ruang interaksi terbuka.
Hal tersebut terlihat dari penyampaian sejumlah aspirasi para pekerja yang diwakilkan oleh sejumlah ketua umum organisasi buruh di Tanah Air. Ketua Umum Konfederasi Persatuan buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah menuturkan bahwa untuk pertama kalinya kaum buruh dapat secara langsung menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden.
“Saya sekian belas kali merayakan May Day, biasa kita berteriak di pinggir-pinggir atau di balik tembok istana atau DPR. Hari ini kami bisa menyampaikan secara langsung kepada Presiden apa yang menjadi aspirasi kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, momentum ini sekaligus menunjukkan konsolidasi yang semakin kuat di kalangan para buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai persatuan buruh Indonesia semakin solid dan optimistis terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada kesejahteraan dan perlindungan para pekerja.
“Saya hanya ingin menyatakan berterima kasih kepada Presiden karena telah memastikan bahwa kaum buruh Indonesia sekarang bersatu di bawah kepimpinan Bapak Prabowo Subianto. Insyaallah semua cita-cita yang diharapkan bisa terwujud karena persatuan ini,” pungkasnya.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional ini merupakan yang kali kedua selama masa pemerintahannya, setelah tahun lalu juga turut hadir secara langsung.
Kehadiran Presiden Prabowo yang untuk kedua kalinya berturut-turut dalam peringatan May Day menandai arah baru kepemimpinan, negara tidak lagi berjarak, tetapi hadir langsung, berdiri sejajar, dan berpihak nyata kepada kaum pekerja.
Dari Lapangan Silang Monas, pesan itu menguat dan tak terbantahkan bahwa buruh bukan sekadar objek kebijakan, melainkan mitra strategis pembangunan. Negara hadir bukan hanya lewat aturan, tetapi melalui keberpihakan yang terasa dan keterlibatan yang nyata. (tim dens).










