- Dinas Pangan Cianjur Salurkan 24,7 Ton Beras CPPD, Perkuat Ketahanan Pangan di 10 Desa Rawan
- Kembali dari Rantau yang Gagal: BAZNAS Cianjur Pulihkan Nasib Dua Warga Sukajadi
- Cianjur Kirim 337 Pekerja Migran ke Jepang dan Taiwan, Dorong Penempatan ke Sektor Formal
- LKBH Abdullah Bin Nuh Resmi Berdiri, IAI Al-Azhary Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
- Isfhan Taufik Munggaran Tunjukkan Soal Meningkatkan Akses Layanan Hukum Bagi Masyarakat
- Diskominfo Cianjur Tegaskan Pakta Integritas Dorong Pelayanan Publik Bebas Korupsi
- DPRD Cianjur Percepat Proses APBD 2027 lewat Rapat Paripurna dan Penandatanganan KUA-PPAS
- TMMD Ke-129 Pacu Pembangunan Rutilahu dan MCK di Mekarmukti
- BAZNAS Cianjur Dukung Penuh Kafilah Pagelaran Raih Juara Umum MTQH XLVIII
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Patroli Malam, Sinergi dengan Polsek, Desa, dan Damkar Cegah Karhutla
GMNI Cianjur Gelar Aksi Unjuk Rasa Soal MBG yang Dinilai Membahayakan Siswa

Keterangan Gambar : GMNI Cianjur saat menggelar demontrasi ke DPRD Cianjur soal MBG yang membahayakan siswa.
Pinusnews.id - Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Cianjur, Kamis (2/10/2025).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai gagal total dan justru membahayakan kesehatan siswa.
Ketua DPC GMNI Kabupaten Cianjur, Agus Tunggaraga, menegaskan bahwa program MBG telah keluar dari jalur tujuannya.
Baca Lainnya :
- Januari 2021 Semua Sekolah di Cianjur Bisa Saja Dibuka, Asal..
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
“Program ini bukan lagi sekadar kebijakan bermasalah, melainkan sudah berubah menjadi ancaman serius bagi anak-anak sekolah,” ujarnya lantang.
Agus menyebut sepanjang tahun 2025, sedikitnya 165 siswa di Kabupaten Cianjur menjadi korban keracunan akibat makanan bergizi gratis. Secara nasional, jumlah korban bahkan sudah mencapai ribuan siswa.
“Ini bukti nyata bahwa pemerintah tidak serius menjamin kualitas pangan bagi generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menampilkan teatrikal seorang siswa yang pingsan dan diinfus akibat keracunan makanan MBG. Aksi dramatis ini sontak menyita perhatian warga dan pengendara yang melintas di sekitar kantor DPRD.
Massa mendesak DPRD Cianjur segera memanggil pihak eksekutif untuk dimintai pertanggungjawaban atas deretan kasus keracunan yang terus berulang.
“Kalau DPRD diam saja, artinya mereka ikut serta dalam kejahatan kebijakan ini,” tegas Agus.
Aksi damai itu ditutup dengan tuntutan agar program MBG dievaluasi total sebelum lebih banyak nyawa siswa yang terancam. (tim dens).











