- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
GMNI Cianjur Gelar Aksi Unjuk Rasa Soal MBG yang Dinilai Membahayakan Siswa

Keterangan Gambar : GMNI Cianjur saat menggelar demontrasi ke DPRD Cianjur soal MBG yang membahayakan siswa.
Pinusnews.id - Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Cianjur, Kamis (2/10/2025).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai gagal total dan justru membahayakan kesehatan siswa.
Ketua DPC GMNI Kabupaten Cianjur, Agus Tunggaraga, menegaskan bahwa program MBG telah keluar dari jalur tujuannya.
Baca Lainnya :
- Januari 2021 Semua Sekolah di Cianjur Bisa Saja Dibuka, Asal..
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
“Program ini bukan lagi sekadar kebijakan bermasalah, melainkan sudah berubah menjadi ancaman serius bagi anak-anak sekolah,” ujarnya lantang.
Agus menyebut sepanjang tahun 2025, sedikitnya 165 siswa di Kabupaten Cianjur menjadi korban keracunan akibat makanan bergizi gratis. Secara nasional, jumlah korban bahkan sudah mencapai ribuan siswa.
“Ini bukti nyata bahwa pemerintah tidak serius menjamin kualitas pangan bagi generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menampilkan teatrikal seorang siswa yang pingsan dan diinfus akibat keracunan makanan MBG. Aksi dramatis ini sontak menyita perhatian warga dan pengendara yang melintas di sekitar kantor DPRD.
Massa mendesak DPRD Cianjur segera memanggil pihak eksekutif untuk dimintai pertanggungjawaban atas deretan kasus keracunan yang terus berulang.
“Kalau DPRD diam saja, artinya mereka ikut serta dalam kejahatan kebijakan ini,” tegas Agus.
Aksi damai itu ditutup dengan tuntutan agar program MBG dievaluasi total sebelum lebih banyak nyawa siswa yang terancam. (tim dens).











