- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
Gerakan Pangan Murah: Inovasi Dinas Pangan Cianjur Stabilkan Harga Sembako dan Dorong UMKM Lokal

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi bersama Camat Sukaresmi Azis Muslim dan pihak terkait lainnya, pada momen Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Cikanyere, Sukaresmi, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto istimewa).
Pinusnews.id - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Kabupaten Cianjur di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, pada Rabu (13/5/2026) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Acara ini menawarkan berbagai kebutuhan pokok seperti telur, beras, minyak goreng, dan daging dengan harga terjangkau, langsung merespons fluktuasi harga pangan yang sering menyulitkan warga.
Sejak pagi buta, antusiasme warga terlihat jelas. Mereka berbondong-bondong menunggu pembukaan penjualan, menunjukkan betapa urgennya akses terhadap sembako murah di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Inisiatif ini bukan sekadar penjualan biasa, melainkan strategi cerdas Dinas Pangan untuk menstabilkan harga pangan di tingkat masyarakat.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, menegaskan visi jangka panjang di balik kegiatan ini. "Kegiatan GPM diharapkan bisa menjadi stimulan untuk hadirnya kios pangan di setiap desa atau kecamatan, sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Pangan dengan harga terjangkau," ujarnya. Ungkapan pernyataan ini mencerminkan peran Dinas Pangan Cianjur sebagai pelopor solusi berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
Lebih lanjut, Firman Edi menambahkan bahwa GPM turut berkontribusi pada stabilitas harga pangan secara keseluruhan di Cianjur. "Tentunya kami ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau," tambahnya. Upaya ini meringankan beban rumah tangga, terutama saat harga pasar melonjak, menjadikan Dinas Pangan Cianjur sebagai penopang utama ketahanan pangan lokal.
Camat Sukaresmi, Aziz Muslim, juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dinas Pangan. "Kami mengapresiasi Dinas Pangan Kabupaten Cianjur yang melaksanakan GPM di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi dalam upaya menstabilkan harga dan memastikan komoditas sembako tersedia di setiap wilayah," ungkapnya. Respons positif ini memperkuat legitimasi program sebagai model yang bisa direplikasi.
Tak hanya fokus pada sembako, GPM juga membuka peluang ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat. Dinas Pangan Cianjur menyediakan stand khusus bagi pelaku UMKM di Desa Cikanyere untuk memasarkan produk mereka, sehingga acara ini bertransformasi menjadi pasar multifungsi yang mendukung ekosistem lokal.
Keberlanjutan GPM sangat diharapkan warga, dengan harapan penyelenggaraan rutin di berbagai wilayah. Program ini bukan hanya menekan harga, tapi juga menciptakan alternatif pangan murah saat kondisi pasar sulit, menunjukkan kecerdasan Dinas Pangan Cianjur dalam merespons kebutuhan riil masyarakat.
Kinerja Dinas Pangan Kabupaten Cianjur patut diapresiasi karena berhasil mengintegrasikan stabilisasi harga, aksesibilitas sembako, dan pemberdayaan UMKM dalam satu kegiatan. Inovasi seperti kios pangan desa berpotensi merevolusi distribusi pangan di Cianjur, menjadikan daerah ini contoh bagi kabupaten lain.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah membuktikan bahwa Dinas Pangan Cianjur tak hanya reaktif, tapi proaktif dalam membangun ketahanan pangan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah lokal, program ini berpotensi menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat grassroot. (dens).











