- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Dugaan Penyalahgunaan Dana BUMDes Benjot Terungkap, Dipakai Investasi Saham

Keterangan Gambar : Audensi dihadiri Camat, Forkopimcam, Kepala Desa, Ketua BUMDes, dan dosaksikan aparat Polri dam TNI. (Foto Istimewa).
Pinusnews.id - Dugaan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, terungkap setelah warga menggelar audiensi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam pada Kamis (13/11/2025).
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana tegang karena warga menuntut klarifikasi soal penggunaan dana sebesar Rp204 juta yang dicairkan sejak Agustus, namun tidak ada perkembangan signifikan pada kegiatan usaha BUMDes.
Audiensi dihadiri oleh Camat Cugenang Ali Akbar, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan puluhan warga yang menyuarakan keresahan mereka terhadap transparansi pengelolaan dana. Ketua BUMDes, Fesi Syarchosi, yang juga dikenal sebagai tokoh agama setempat, awalnya mengaku bahwa dana tersebut masih utuh tersimpan di rekening BUMDes.
Baca Lainnya :
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
Namun, pernyataan tersebut memicu keraguan warga yang kemudian meminta bukti transaksi berupa rekening koran. Untuk memenuhi permintaan ini, audiensi pun sempat diskors agar Fesi dapat mencetak bukti transaksi dari bank. Ketegangan semakin meningkat saat hasil pengecekan menunjukkan bahwa dana yang tersisa hanya sekitar Rp272.000.
Di hadapan warga, Fesi akhirnya mengaku bahwa sekitar Rp180 juta dana BUMDes telah diputar dalam investasi saham. Pengakuan ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan warga, terutama karena kurangnya transparansi sejak awal.
“Sebaiknya kalau dari awal pihak BUMDes jujur dan terbuka, masyarakat mungkin bisa lebih bijak menanggapi situasi ini. Tapi yang terjadi justru pernyataan beliau menyebut masih ada Rp179 juta di rekening, padahal setelah dicek hanya ada Rp272 ribu,” ungkap Bayu Maulana, salah satu warga yang ikut dalam audiensi.
Kejadian ini memicu desakan agar pemerintah desa dan aparat terkait melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana BUMDes serta mengambil langkah hukum bila ditemukan penyalahgunaan.
Warga berharap adanya perbaikan tata kelola agar dana BUMDes dapat benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa. (tim den).











