- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
- Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
- Dinas Perkim Cianjur Laksanakan Pengecatan Tugu Beras dan Pembersihan Jalan jadi Prioritas
- Dinas PUTR Cianjur Siaga Musim Kemarau: Pompa, Sumur Bor, dan Manajemen Air untuk Petani
Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rifki Mohammad Ramdan.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja lewat sosialisasi, yang melibatkan 210 kepala satuan pendidikan.
Kegiatan yang dilaksanakan di GOR PGRI Cianjur ini menunjukkan upaya serius pemerintah daerah untuk memastikan dana insentif digunakan tepat sasaran dan sesuai aturan. Langkah ini penting karena BOS Kinerja berbeda dari BOS Reguler dan hanya diberikan kepada sekolah yang menunjukkan prestasi dan peningkatan mutu.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, menjelaskan bahwa sosialisasi ditujukan agar para kepala sekolah yang juga berperan sebagai ketua tim pengelola anggaran memiliki pemahaman yang seragam.
Baca Lainnya :
- Tega-Teganya Ada Orang Membuang Bayi Perempuan
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
- Dana Milyaran Jangan Semena-Mena Digunakan Kepala Desa
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
- Fakta Baru, Dewan Temukan Orang Kaya di Cianjur Dapat BPNT
"Kegiatan ini ditujukan untuk menyamakan pemahaman para kepala sekolah sebagai penanggung jawab sekaligus ketua tim pengelola anggaran di masing-masing sekolah," tutur Rifki, sekaligus menegaskan fokus Bidang SD pada tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Peserta sosialisasi berjumlah 210 orang, terdiri dari 124 kepala SD, lima PAUD, 45 SMP, dan 36 perwakilan PKBM. Komposisi ini memperlihatkan perhatian Disdikpora pada berbagai jenjang pendidikan dasar dan nonformal. Dengan melibatkan perwakilan luas, Disdikpora berharap pesan soal mekanisme dan teknis penggunaan BOS Kinerja bisa diterima merata sehingga penerapan di tingkat sekolah menjadi konsisten.
Rifki menekankan bahwa pembekalan teknis ini penting diberikan sebelum penyaluran dana BOS Kinerja.
"Pembekalan tersebut penting dilakukan sebelum pemerintah menyalurkan BOS Kinerja agar seluruh penerima memahami mekanisme, kebijakan, hingga aspek teknis penggunaan anggaran sesuai regulasi yang berlaku," ujarnya.
Pernyataan Rifki tersebut menunjukkan pendekatan preventif: lebih baik memberi panduan jelas dulu daripada memperbaiki kesalahan belakangan.
Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur memainkan peran sentral dalam inisiatif ini. Selain menjadi penyelenggara, Bidang SD bertindak sebagai pengawal penerapan kebijakan di lapangan, memastikan kepala sekolah mendapat perhatian khusus karena mereka memegang kendali pengelolaan anggaran. Peran aktif Bidang SD seperti ini dapat meningkatkan kepatuhan aturan dan menurunkan risiko penyalahgunaan dana.
Penting diketahui pula perbedaan BOS Kinerja dengan BOS Reguler. Rifki menjelaskan bahwa BOS Kinerja merupakan dana insentif untuk sekolah yang menunjukkan kinerja unggul atau peningkatan mutu yang signifikan.
"BOS Kinerja tidak disalurkan kepada seluruh sekolah. Dana ini hanya diberikan kepada sekolah yang memenuhi persyaratan dan indikator yang telah ditentukan pemerintah," kata Rifki. Penetapan penerima berdasarkan indikator kinerja dan prestasi membuat alokasi dana lebih berbasis capaian.
Dengan langkah sosialisasi dan pengawasan seperti ini, Disdikpora Cianjur melalui Bidang Sekolah Dasar menunjukkan komitmen memperkuat tata kelola pendidikan dasar. Ke depan, keberlanjutan pemantauan dan pembinaan pada sekolah penerima BOS Kinerja akan menentukan sejauh mana dana insentif itu benar-benar mendorong perbaikan mutu pendidikan di Cianjur.
Lebih dari itu, apabila dibarengi evaluasi berkala, program ini berpotensi menjadi contoh penerapan dana berbasis kinerja yang efektif di daerah lain. (dens).










