- ASN Predator di Cianjur: BKPSDM Siap Pecat dan Potong Gaji, Tak Ada Ampun
- TNI Pacu Pengerjaan Jalan dan Rutilahu di Mekarmukti, Warga Antusias
- Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jabar Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah
- Gunakan Dana Pribadi, Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan di Jabar
- DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026
- Bupati Wahyu Resmikan Peluncuran AMDK Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Sukses Penerimaan Siswa Baru Sekolah Nasional Terintegrasi
- SEATRC 2026 di Cianjur: Lari Lintas Alam Bawa Atlet Asia Tenggara Dorong Pariwisata Lokal
- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
Disdikpora Cianjur pemetaan Tes Kemampuan Akademik (TKA)
.jpg)
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur tengah melakukan pemetaan dan verifikasi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Langkah terstruktur ini dimaksudkan untuk mengetahui capaian akademik riil peserta didik di tingkat kabupaten sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan mutu pendidikan daerah. Inisiatif tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat basis data pendidikan sebelum menyusun kebijakan lanjutan.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan bahwa proses rekapitulasi hasil TKA masih berlangsung sehingga pihaknya belum bisa mengumumkan rata‑rata nilai kabupaten secara resmi.
“Untuk Kabupaten Cianjur saat ini kami masih melakukan mapping dan verifikasi secara keseluruhan. Mudah‑mudahan dalam beberapa hari ke depan hasil rekapitulasi tingkat kabupaten sudah bisa diketahui,” ujarnya kepada wartawan. Pernyataan itu menegaskan komitmen Disdikpora untuk menjamin akurasi data sebelum dipublikasikan.
Baca Lainnya :
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
Pemetaan yang dilakukan Disdikpora berjalan berbarengan dengan sorotan publik terhadap hasil TKA tingkat nasional, yang menunjukkan nilai rata‑rata relatif rendah, terutama pada mata pelajaran Matematika. Data nasional mencatat nilai Matematika jenjang SD sebesar 42,41 dan SMP 40,34, sementara Bahasa Indonesia tercatat 60,14 untuk SD dan 60,83 untuk SMP. Kondisi ini menjadi latar penting bagi Cianjur untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran di sekolah‑sekolahnya.
Meski angka nasional memberi gambaran tantangan besar, Disdikpora Cianjur menunjukkan sikap optimis. Berdasarkan pemantauan awal di sejumlah sekolah, Ruhli menyatakan harapannya terhadap capaian daerah. “Dari hasil pemantauan sementara di sejumlah sekolah, kami berharap nilai Bahasa Indonesia maupun Matematika di Kabupaten Cianjur bisa berada di atas rata‑rata nasional,” katanya. Optimisme ini didasarkan pada data lapangan yang dikumpulkan sejak awal pelaksanaan TKA.
Disdikpora Cianjur menempatkan TKA yang baru digelar pertama kali tahun ini sebagai alat ukur penting untuk mengetahui kemampuan akademik siswa. Menurut Ruhli, hasil TKA tidak hanya menggambarkan penguasaan materi tetapi juga menjadi acuan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah daerah. “TKA ini menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik siswa dan apa saja yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran ke depan,” ujarnya. Dengan demikian, TKA memiliki potensi menjadi titik tolak perbaikan sistem pembelajaran di Cianjur.
Kinerja Disdikpora Cianjur tampak pada pendekatan sistematisnya: pemetaan menyeluruh, verifikasi data, dan penggunaan hasil sebagai dasar kebijakan. Langkah ini mengurangi risiko mengambil keputusan berdasarkan data parsial atau prematur. Selain itu, proses verifikasi yang teliti memperlihatkan upaya Disdikpora memastikan transparansi dan akurasi, dua elemen penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap hasil evaluasi pendidikan.
Partisipasi sekolah dalam TKA di Kabupaten Cianjur juga menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program. Ruhli melaporkan bahwa tingkat partisipasi mencapai sekitar 99 persen, meskipun TKA tidak bersifat wajib. “Alhamdulillah partisipasi sekolah mencapai sekitar 99 persen. Meskipun tidak bersifat wajib, kami tetap menginstruksikan agar siswa kelas VI dan kelas IX mengikuti TKA,” kata Ruhli. Angka partisipasi yang tinggi ini menunjukkan koordinasi baik antara Disdikpora dan pihak sekolah serta komitmen komunitas pendidikan setempat.
Ke depan, hasil rekapitulasi TKA di Cianjur akan menjadi pijakan untuk merancang program intervensi yang lebih fokus, seperti pelatihan guru, kurikulum pengayaan untuk mata pelajaran lemah, dan program remedial bagi siswa yang membutuhkannya. Pendekatan berbasis data yang diusung Disdikpora Cianjur memungkinkan pemetaan kebutuhan yang lebih tepat sasaran, sehingga sumber daya pendidikan dapat dialokasikan secara efisien untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Dengan langkah pemetaan dan verifikasi yang teliti serta partisipasi hampir menyeluruh dari sekolah, Disdikpora Kabupaten Cianjur menunjukkan kinerja proaktif dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Komitmen untuk menunggu hasil rekapitulasi lengkap sebelum mengumumkan capaian menggambarkan kehati‑hatian yang diperlukan dalam pengelolaan data pendidikan. Hasil akhir nanti akan menjadi bukti nyata apakah strategi yang dijalankan mampu mengangkat prestasi siswa Cianjur di atas rata‑rata nasional. (dens).











