- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Dinkes Kabupaten Cianjur Sarankan Warga Agar di Musim Kemarau Tidak Mengambil Air dari Sungai untuk

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur tak menyarankan warga yang alami krisis air bersih melakukan kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai.
Diketahui, warga Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber harus memanfaatkan air sungai untuk MCK karena alami krisis air.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya, Jumat, 30 Agustus 2024.
Baca Lainnya :
- 7 Orang PMI Meninggal Di Arab Saudi, 4 Diantaranya Asal Cianjur
- Warga Meninggal TerlindasTruk, Sopirnya Kabur
- Siswa Bisa Sekolah ke Luar Negeri, Ini Program Kautsar Institute Cianjur
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
Kata Frida, air sungai yang melewati wilayah permukiman seperti Sungai Cikondang, tak masuk kriteria air bersih yang bisa digunakan untuk mandi dan mencuci.
"Kita tidak menganjurkan warga menggunakan air sungai untuk MCK. Karena tidak masuk kriteria air bersih dan kemungkinan banyak mengandung bakteri, zat berbahaya, virus, dan jamur yang bisa timbulkan penyakit," ungkap Frida di Cianjur.
Disebutkan, jika air yang mengandung jamur, bakteri virus digunakan untuk mandi, bisa menimbulkan penyakit kulit.
"Apalagi kalau dipakai mencuci bahan makanan atau alat dapur. Zat-zat yang diduga berbahaya bisa saja menimbulkan infeksi pencernaan seperti diare, disentri, juga kolera," jelasnya.
Dia pun mengimbau warga melaporkan pada pemerintah desa atau kecamatan untuk meminta bantuan pasokan air bersih pada lembaga-lembaga yang berwenang.
"Seperti ke PDAM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), atau PMI. Agar warga terhindar dari penyakit kulit dan pencernaan," tandasnya. (dens).











