- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Dinkes Kabupaten Cianjur Sarankan Warga Agar di Musim Kemarau Tidak Mengambil Air dari Sungai untuk

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur tak menyarankan warga yang alami krisis air bersih melakukan kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai.
Diketahui, warga Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber harus memanfaatkan air sungai untuk MCK karena alami krisis air.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya, Jumat, 30 Agustus 2024.
Baca Lainnya :
- 7 Orang PMI Meninggal Di Arab Saudi, 4 Diantaranya Asal Cianjur
- Warga Meninggal TerlindasTruk, Sopirnya Kabur
- Siswa Bisa Sekolah ke Luar Negeri, Ini Program Kautsar Institute Cianjur
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
Kata Frida, air sungai yang melewati wilayah permukiman seperti Sungai Cikondang, tak masuk kriteria air bersih yang bisa digunakan untuk mandi dan mencuci.
"Kita tidak menganjurkan warga menggunakan air sungai untuk MCK. Karena tidak masuk kriteria air bersih dan kemungkinan banyak mengandung bakteri, zat berbahaya, virus, dan jamur yang bisa timbulkan penyakit," ungkap Frida di Cianjur.
Disebutkan, jika air yang mengandung jamur, bakteri virus digunakan untuk mandi, bisa menimbulkan penyakit kulit.
"Apalagi kalau dipakai mencuci bahan makanan atau alat dapur. Zat-zat yang diduga berbahaya bisa saja menimbulkan infeksi pencernaan seperti diare, disentri, juga kolera," jelasnya.
Dia pun mengimbau warga melaporkan pada pemerintah desa atau kecamatan untuk meminta bantuan pasokan air bersih pada lembaga-lembaga yang berwenang.
"Seperti ke PDAM, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), atau PMI. Agar warga terhindar dari penyakit kulit dan pencernaan," tandasnya. (dens).











