Dinkes Cianjur Waspada Cegah Lonjakan Cacar Air: Strategi Imunisasi dan Edukasi yang Proaktif

13 Mar 2026, 06:04:21 WIB Kesehatan
Dinkes Cianjur Waspada Cegah Lonjakan Cacar Air: Strategi Imunisasi dan Edukasi yang Proaktif

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.


Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menunjukkan kewaspadaan tinggi terhadap peningkatan kasus cacar air atau varisela di beberapa daerah. Penyakit menular ini, yang umum menyerang anak-anak, menyebar cepat melalui udara, kontak langsung, atau benda tercemar di lingkungan rumah dan sekolah. Respons cepat Dinkes Cianjur menjadi contoh bagus bagaimana pemerintah daerah bisa menjaga kesehatan masyarakat tetap aman.

Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, mengonfirmasi adanya laporan peningkatan kasus dari wilayah lain. Namun, berkat pemantauan ketat, situasi di Cianjur masih terkendali tanpa lonjakan signifikan. “Memang ada informasi peningkatan kasus di beberapa daerah. Namun untuk di Cianjur sejauh ini masih dalam kondisi aman. Walaupun begitu, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berjalan dengan baik,” katanya kepada wartawan pada Rabu, 11 Maret 2026.

Kinerja Dinkes Cianjur menonjol melalui penguatan program imunisasi rutin bagi anak-anak. Mereka juga meluncurkan vaksinasi kejar untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari jadwal imunisasi lengkap. Langkah ini membuktikan komitmen Dinkes dalam mencegah penyebaran sebelum menjadi wabah.

Baca Lainnya :

“Upaya pencegahan kami lakukan melalui imunisasi. Selain itu juga ada vaksinasi kejar bagi anak-anak yang mungkin sebelumnya belum mendapatkan imunisasi secara lengkap di beberapa wilayah,” ujar I Made, menekankan pendekatan inklusif yang menjangkau semua lapisan masyarakat.

Meski demikian, tantangan penolakan imunisasi masih ada karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat vaksin. Dinkes Cianjur tidak tinggal diam; mereka aktif mengatasi ini dengan edukasi intensif.

“Penolakan biasanya karena masyarakat belum memahami manfaat imunisasi. Maka dari itu, tenaga kesehatan harus terus memberikan edukasi agar masyarakat mengetahui pentingnya imunisasi sebagai perlindungan terhadap penyakit menular,” tegas I Made Setiawan.

Edukasi ini dilakukan melalui penyuluhan di kelas ibu hamil, posyandu, dan layanan kesehatan primer lainnya. Tenaga kesehatan Dinkes turun langsung ke masyarakat, membangun kesadaran kolektif yang membuat cakupan imunisasi terus meningkat.

Peran imunisasi yang ditekankan Dinkes Cianjur sangat krusial. Vaksin varisela tidak hanya melindungi individu, tapi juga menciptakan imunitas kelompok yang menekan penularan. Hasilnya, potensi outbreak di Cianjur bisa ditekan secara efektif.

“Kami tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan kasus. Jika ditemukan kasus, tentu akan ditangani sesuai prosedur dan akan dilihat juga riwayat imunisasi anak tersebut,” tambah I Made, menunjukkan sistem respons cepat yang siap.

Secara keseluruhan, kinerja Dinkes Cianjur patut diapresiasi karena menjaga stabilitas kesehatan di tengah ancaman eksternal. Masyarakat diimbau segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam dan ruam berisi cairan. Dengan sinergi antara Dinkes dan warga, Cianjur tetap menjadi benteng aman dari cacar air. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment