- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Dinkes Cianjur soroti Bantuan Mie Kadaluarsa untuk Penyintas Puting Beliung

Keterangan Gambar : Mie instan kadaluarsa yang dikonsumsi sejumlah warga korban puting beliung di Desa Sukaraharja, Cibeber.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur angkat bicara mengenai adanya informasi warga penyintas angin puting beliung di Kampung Bebedahan, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber Mak Isah (60) dan keluarganya memakan mie instan kadaluwarsa.
Sebelumnya, mie instan itu merupakan bantuan sembako yang diberikan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraharja.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Frida Layla Yahya mengatakan, memakan makanan yang telah kadaluwarsa tidak dianjurkan.
Baca Lainnya :
- Dibagi dalam 4 Kloter, 1.436 Jemaah Haji Asal Kabupaten Cianjur Siap Berangkat
- Bersatu Membangun Organisasi Bersama Apdesi Majukan Rakyat Desa
- Terpilih 2 Calon Paskibraka Tingkat Jawa Barat dari SMAN I Cianjur
- Dinas Pendidikan Jabar Sediakan Kuota Khusus bagi Kecamatan yang Belum Miliki Sekolah Negeri
- KPU Cianjur Buka Pendaftaran Calon Perseorangan Bupati-Wakil Bupati 2024
“Makan makanan apapun yang kadaluarsa tidak dianjurkan dan berbahaya. Tidak hanya mie saja,” kata Frida Layla Yahya, Rabu, (08/05/2024).
Frida menambahkan, berbahayanya makanan kadaluwarsa menyebabkan sejumlah penyakit akan menyerang tubuh manusia.
“Terutama gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut, demam, pusing, dan diare Karena bisa jadi makanan kadaluarsa mengandung zat berbahaya, bakteri/kuman atau jamur,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraharja Ajuk mengakui, kesalahan soal bantuan makanan telah kadaluwarsa.
“Maaf, kemarin sedang ke lapangan tidak diperiksa dulu, tetapi sudah memerintahkan staf desa untuk menggantinya. Mudah-mudahan tidak jadi penyakit,” kata Ajuk minta maaf.











