- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Dinkes Cianjur Percepat Penyelesaian Dokumen SLHS untuk Dapur SPPG - MBG, Target Rampung Oktober 202

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mempercepat penyelesaian dokumen Sanitasi Layak Hygiene Sanitasi (SLHS), untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) – Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh proses ditargetkan rampung sebelum akhir Oktober 2025.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Sekda Provinsi Jawa Barat dan Bupati Cianjur, untuk memastikan percepatan berjalan sesuai jadwal.
“Proses SLHS tetap kita kejar hingga akhir Oktober. Saat ini ada empat lembaga yang dokumennya sudah lengkap dan siap dinilai, sementara total yang ditargetkan mencapai delapan lembaga yang layak,” ujar Made, Selasa (21/10/2025).
Baca Lainnya :
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
- Info untuk Bupati Cianjur, 170 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Tanjungsari Harus Cepat DibantuÂ
Sebanyak 58 lembaga telah mengirimkan sampel ke laboratorium untuk pemeriksaan. Proses pengujian mikrobiologi memakan waktu lebih lama karena membutuhkan pembiakan guna memastikan sumber kontaminasi.
“Kalau kimia bisa selesai satu hingga dua hari, tapi mikrobiologi butuh sekitar sepuluh hari,” jelasnya.
Menanggapi kasus dugaan keracunan di beberapa sekolah, Made menegaskan bahwa pembukaan kembali aktivitas hanya bisa dilakukan setelah hasil investigasi laboratorium dan rekomendasi resmi keluar.
“Jika penyebabnya sudah ditemukan dan diperbaiki, seperti penggantian sumber air yang terkontaminasi, maka sekolah bisa kembali beroperasi,” tegasnya.
Made juga mengimbau agar sekolah dan pengelola kantin aktif berkoordinasi dengan Dinkes, untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Selain itu, Dinkes Kabupaten Cianjur berencana menggelar pelatihan dan sosialisasi, terkait penerapan SLHS kepada pengelola dapur dan kantin sekolah guna meningkatkan pemahaman, dan kepatuhan terhadap standar sanitasi dan hygiene.
Upaya ini diharapkan dapat mencegah risiko kontaminasi yang membahayakan kesehatan anak didik. (dens).











