- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Dinkes Cianjur Dukung Generasi Sehat MBG Melalui Pengawasan Ketat Pasca-Keracunan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr. I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menunjukkan dedikasi kuat dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencapaian signifikan pada Januari 2026. Tercatat sebanyak 292 Satuan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diregistrasi, di mana 214 di antaranya sudah beroperasi. Angka ini mencerminkan kerja keras Dinkes dalam memperluas jangkauan program nasional yang krusial untuk kesehatan anak sekolah, terutama setelah insiden keracunan massal yang menjadi pelajaran berharga.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, secara proaktif memimpin proses evaluasi pasca-kejadian, termasuk standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang terus ditingkatkan.
"Hingga Januari 2026 ini, tercatat sudah ada sebanyak 292 SPPG, dan 214 diantaranya telah beroperasi. Sedangkan yang telah memiliki SLHS hanya ada 179 SPPG," katanya, di Pemda Cianjur, Rabu 4 Februari 2026.
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
Meski masih ada gap sertifikasi, prestasi ini menandakan kemajuan pesat Dinkes dalam mengawasi operasional SPPG, dengan fokus pada yang mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah terdampak keracunan—semuanya telah memenuhi SLHS.
Dinkes tidak berhenti pada registrasi semata; mereka aktif mengidentifikasi celah untuk pencegahan. "Ini menunjukkan bahwa pengawasan dan komitmen bersama harus diperketat. Kita harus melihat apakah ada celah di proses pengolahan atau faktor teknis di perjalanan, seperti keterlambatan distribusi," katanya.
Pendekatan ini memperkuat peran Dinkes sebagai garda terdepan, memastikan keamanan pangan melalui koordinasi intensif dengan Satgas MBG, sekolah, dan penyedia.Lebih jauh, Dinkes Cianjur menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan MBG, mengakui multiplier effect-nya bagi kesehatan generasi muda dan ekonomi lokal.
"Tujuannya sangat baik untuk menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Kami akan terus berkoordinasi dengan Satgas MBG, pihak sekolah, dan SPPG agar kasus serupa tidak terulang kembali," tegasnya.
Rencana ke depan termasuk memperkuat pengawasan pematuhan Juknis terbaru 2026 oleh Satgas MBG dan pihak terkait, menjadikan Dinkes sebagai pilar utama dalam mewujudkan program nasional yang aman dan efektif.
Pencapaian Dinkes Cianjur ini bukan hanya angka, melainkan bukti komitmen nyata untuk generasi sehat, dengan evaluasi berkelanjutan yang mencegah risiko masa depan. (dens).











