- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Dinkes Cianjur Dukung Generasi Sehat MBG Melalui Pengawasan Ketat Pasca-Keracunan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr. I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menunjukkan dedikasi kuat dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencapaian signifikan pada Januari 2026. Tercatat sebanyak 292 Satuan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diregistrasi, di mana 214 di antaranya sudah beroperasi. Angka ini mencerminkan kerja keras Dinkes dalam memperluas jangkauan program nasional yang krusial untuk kesehatan anak sekolah, terutama setelah insiden keracunan massal yang menjadi pelajaran berharga.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, secara proaktif memimpin proses evaluasi pasca-kejadian, termasuk standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang terus ditingkatkan.
"Hingga Januari 2026 ini, tercatat sudah ada sebanyak 292 SPPG, dan 214 diantaranya telah beroperasi. Sedangkan yang telah memiliki SLHS hanya ada 179 SPPG," katanya, di Pemda Cianjur, Rabu 4 Februari 2026.
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
Meski masih ada gap sertifikasi, prestasi ini menandakan kemajuan pesat Dinkes dalam mengawasi operasional SPPG, dengan fokus pada yang mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah terdampak keracunan—semuanya telah memenuhi SLHS.
Dinkes tidak berhenti pada registrasi semata; mereka aktif mengidentifikasi celah untuk pencegahan. "Ini menunjukkan bahwa pengawasan dan komitmen bersama harus diperketat. Kita harus melihat apakah ada celah di proses pengolahan atau faktor teknis di perjalanan, seperti keterlambatan distribusi," katanya.
Pendekatan ini memperkuat peran Dinkes sebagai garda terdepan, memastikan keamanan pangan melalui koordinasi intensif dengan Satgas MBG, sekolah, dan penyedia.Lebih jauh, Dinkes Cianjur menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan MBG, mengakui multiplier effect-nya bagi kesehatan generasi muda dan ekonomi lokal.
"Tujuannya sangat baik untuk menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Kami akan terus berkoordinasi dengan Satgas MBG, pihak sekolah, dan SPPG agar kasus serupa tidak terulang kembali," tegasnya.
Rencana ke depan termasuk memperkuat pengawasan pematuhan Juknis terbaru 2026 oleh Satgas MBG dan pihak terkait, menjadikan Dinkes sebagai pilar utama dalam mewujudkan program nasional yang aman dan efektif.
Pencapaian Dinkes Cianjur ini bukan hanya angka, melainkan bukti komitmen nyata untuk generasi sehat, dengan evaluasi berkelanjutan yang mencegah risiko masa depan. (dens).











