- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
Dinkes Cianjur Dapat Bantuan Puluhan Milyar dari Provinsi Jawa Barat untuk Program Jaminan Kesehatan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mendapat bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebesar Rp. 44 milyar.
Adapun bantuan berupa uang tersebut untuk digunakan membiayai program Jaminan Kesehatan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan bukan Pekerja Kelas III.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan bahwa bantuan keuangan dimaksud, sebagai bagian kesepakatan antara Pemerintah Daerah Cianjur dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Lainnya :
- dr Irvan Nur Fauzy: Perekrutan Pegawai Tanpa Biaya, Bahkan Seleksinya Diperketat
- Manfaatkan Perpanjangan Jabatan untuk Berinovasi Pengelolaan Potensi Desa
- Polsek Cidaun Polres Cianjur Gelar Patroli KRYD untuk Tingkatkan Keamanan
- dr Irvan Nur Fauzy: Setiap Tahun KARS Cek Manajemen dan Pelayanan RSUD Sayang Cianjur
- Amanda Soemedi Sebut Peran Penting Duta Baca Tularkan Budaya Literasi
"Bantuan itu untuk PBPU atau BP yang dikelola oleh Pemda Cianjur sebesar 40% pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jabar, dan 60% dari Pemda Cianjur," kata dr Yusman Faisal saat dihubungi wartawan, pada Senin 10 Juni 2024.
Selain itu, dr Yusman Faisal lebih merinci lagi dengan menjelaskan bahwa pemerintah sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp. 75 milyar.
"Dan itu sebesar 60%, berarti untuk 40% nya sekitar Rp. 44 milyar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ungkap dr Yusman Faisal. (dens).











