- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Dinkes Cianjur Aktif Kampanyekan Pencegahan Stunting untuk Generasi Sehat dan Berkualitas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan stunting, guna memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan berkualitas.
Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang mengancam kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai langkah utama.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa kritis bagi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesehatan jangka panjang anak,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
Ia menambahkan, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan membawa risiko rendahnya kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas rendah saat dewasa. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, memengaruhi pembangunan nasional secara signifikan.
Lebih lanjut, I Made Setiawan menjelaskan bahwa tingginya angka stunting berpotensi merugikan sektor sosial dan ekonomi.
“Kasus stunting yang tinggi akan melemahkan daya saing bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks,” ujarnya.
Dinkes Cianjur mendorong pencegahan stunting tidak hanya dengan pemenuhan gizi, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta akses layanan kesehatan ibu dan anak. Upaya terpadu ini melibatkan pemerintah, tenaga medis, dan keluarga.
“Orangtua perlu memahami betul pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah jendela emas yang menentukan kesehatan anak di masa depan,” tuturnya.
Dinkes Cianjur berkomitmen serius menangani stunting sebagai langkah strategis menjaga kualitas generasi muda. Penanganan stunting yang efektif akan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (dens).











