Dinas PUTR Cianjur Siaga Musim Kemarau: Pompa, Sumur Bor, dan Manajemen Air untuk Petani

19 Jul 2026, 10:02:09 WIB Cianjur
Dinas PUTR Cianjur Siaga Musim Kemarau: Pompa, Sumur Bor, dan Manajemen Air untuk Petani

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar.


Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Cianjur menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem. Satu langkah yang menonjol adalah peran aktif Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, yang mengkoordinasikan upaya teknis bersama instansi lain untuk menjaga pasokan air pertanian.


Kesiapan ini penting karena sebagian besar lahan pertanian bergantung pada aliran sungai dan jaringan irigasi yang rentan turun debit saat kemarau panjang.

Baca Lainnya :


Kepala Dinas PUTR Cianjur, Eri Rihandiar, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam strategi penanganan kekeringan.


“Kami bersama instansi terkait berkolaborasi pada program pengadaan pompa air dan pembuatan sumur bor untuk membantu petani yang kesulitan mendapatkan sumber air baru,” ujar Eri. Langkah ini tidak hanya bertujuan menambah sumber air, tetapi juga memberi solusi praktis bagi kelompok tani yang daerahnya jauh dari sumber air permukaan.


Di tingkat hilir, Dinas PUTR bekerja bersama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) untuk mengatur aliran air pada jaringan tersier dan kuarter. Penataan pada level ini krusial karena menentukan distribusi air ke petak-petak sawah yang paling membutuhkan. Dengan memperkuat jaringan aliran kecil dan menyediakan pompa serta sumur, diharapkan petani tetap bisa mengairi sawahnya meski debit sungai menurun.


Sementara itu, di tingkat hulu fokus PUTR adalah pada manajemen distribusi air pada saluran primer dan sekunder. Eri menegaskan pentingnya pengaturan di sumber dan jalur utama aliran, terutama pada Sungai Cianjur yang menjadi nadi bagi banyak jaringan irigasi sampai ke wilayah Cimenteng.


“Seperti aliran Sungai Cianjur yang menyuplai banyak jaringan irigasi hingga ke Cimenteng. Pasti mengalami penurunan saat kemarau. Kami menerapkan sistem faktor pengali dalam pembagian air,” jelas Eri Rihandiar.


Sistem pembagian berbasis faktor pengali itu dirancang agar distribusi air berlangsung merata dan proporsional, sehingga seluruh area persawahan memperoleh pasokan yang adil. Tujuan praktisnya adalah mencegah konflik antarwarga yang bisa timbul ketika air terbatas.


Menurut Eri, pendekatan teknis semacam ini selain efisien juga bersifat preventif: “Kami berharap tidak ada yang berebutan,” ujarnya, menegaskan harapan agar perselisihan soal air bisa dihindari.


Secara menyeluh, langkah-langkah yang diambil Dinas PUTR Cianjur mulai dari pembagian air berbasis sistem, pengadaan pompa, hingga pembuatan sumur bor menunjukkan kinerja proaktif pemerintah daerah dalam menghadapi musim kemarau.


Kolaborasi antarinstansi dan pendekatan teknis yang terarah memberi harapan agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketegangan sosial akibat kekurangan air dapat diminimalkan. Apabila kondisi cuaca memburuk, upaya ini bisa menjadi perbedaan penting antara panen yang aman dan kerugian besar bagi petani lokal. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment