- BPBD Cianjur Gerak Cepat Hadapi Kekeringan: Distribusi Air Bersih dan Rencana Sumur Bor
- Disdikpora Cianjur Atasi Kekurangan Meja-Kursi, Dorong Sekolah dan Komunitas Berkontribusi
- BAZNAS Cianjur Perkuat Ekonomi Umat lewat Program PEU Berbasis KUA: Fokus Zakat Produktif
- BAZNAS Cianjur Salurkan 2.000 School Kit: Bantu Siswa Kurang Mampu Sambut Tahun Ajaran 2026/2027
- Tegas Lindungi Pangan: DPMPTSP Cianjur Pastikan 45 Ha Lahan Ciranjang Tetap Pertanian
- Ruhli: Disdikpora Cianjur Pastikan Semua Sekolah Penuh, MPLS Lancar dan Pendaftaran Sukses
- DPKAD Cianjur Gelar Santunan Anak Yatim: Wujud Kepedulian di Hari Jadi Cianjur ke-349
- Dari Masjid Nabawi, H.Adin Wakil BAZNAS Cianjur Sampaikan Terima Kasih dan Doa untuk Muzaki
- Disiplin Jadi Pondasi Pelayanan Prima, Disdikpora Cianjur Tancapkan Budaya Kerja Profesional
- Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa Ikuti Program Probidik Gema Jabar, Bantu Guru Mengajar
Disdikpora Cianjur Atasi Kekurangan Meja-Kursi, Dorong Sekolah dan Komunitas Berkontribusi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Cianjur masih menyisakan pekerjaan rumah, nyatanya sekitar 1.400 ruang kelas SD dan SMP belum memiliki meja dan kursi penunjang proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengungkapkan data ini pada Jumat, 17 Juli 2026. Kekosongan furnitur itu terutama terjadi setelah dampak gempa bumi berpusat di Cugenang, Cianjur tahun 2022, yang membuat banyak ruang kelas rusak dan harus dibangun ulang.
Menurut Ruhli, masalah ini bukan kasus tunggal. "Seperti yang telah disampaikan, sekitar 5 sampai 10 persen dari jumlah keseluruhan sekolah di Cianjur dalam kondisi rusak berat," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
- Dana Milyaran Jangan Semena-Mena Digunakan Kepala Desa
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
- Fakta Baru, Dewan Temukan Orang Kaya di Cianjur Dapat BPNT
- Hebat, Cianjur Punya Dana 15 Miliar untuk Jaminan Persalinan
Dari catatan Disdikpora Cianjur, masih ada sekitar dua ribu sekolah yang belum menerima bantuan mebeler berupa meja dan kursi, termasuk sekitar 14 ribu ruang kelas baru yang terbangun pasca-gempa namun belum dilengkapi furnitur memadai.
Menghadapi keterbatasan anggaran, Disdikpora memilih langkah efisiensi. Ruhli menjelaskan bahwa instansinya sedang menerapkan skema penghematan hampir sebesar 80 persen untuk kegiatan tertentu.
"Efisiensi diberlakukan untuk kegiatan sosialisasi, peningkatan kapasitas, dan pengadaan barang jasa. Sehingga untuk tahun ini dipastikan tak ada pengadaan barang atau jasa terutama untuk mebeler," jelasnya.
Kebijakan Disdikpora Kabupaten Cianjur ini menunjukkan prioritas pengelolaan anggaran yang ketat, agar dana yang tersedia bisa dialokasikan pada kebutuhan lain yang mendesak dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Disdikpora juga proaktif mendorong solusi berbasis sekolah dan masyarakat. Ruhli mengimbau sekolah yang memiliki dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencukupi untuk melakukan pengadaan mebeler secara mandiri.
"Kami juga mengajak kepada masyarakat juga pengusaha dan unsur lainnya, agar lebih peduli dengan dunia pendidikan salah satunya berkontribusi mengadakan mebeler," tandas Ruhli. Ini memperlihatkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, sekolah, dan pihak swasta untuk menutup kesenjangan fasilitas.
Kinerja Disdikpora Cianjur tampak kuat dalam dua hal seperti transparansi data dan upaya solusi praktis. Dengan membuka data kebutuhan dan menerapkan efisiensi anggaran, Disdikpora Cianjur menunjukkan manajemen yang bertanggung jawab di tengah keterbatasan fiskal.
Sementara ajakan kepada sekolah, masyarakat, dan pengusaha memperlihatkan langkah nyata untuk melibatkan banyak pihak, sehingga pemenuhan meja dan kursi bisa segera dilakukan tanpa menunggu alokasi anggaran pusat. (dens).










