- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
Dihadapan KPK, Bupati Cianjur Bicara: Membangun Cianjur yang Kuat dan Bebas dari Korupsi

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur dan para Pejabat saat Rapat Koordinasi Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah, bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Bale Praja Pendopo Cianjur, Kamis 25 September 2025.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Bale Praja Pendopo Bupati Cianjur pada Kamis (25/9/2025) dan membahas implementasi Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) dalam upaya memperkuat pencegahan korupsi di daerah.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa SPI berfungsi untuk memotret persepsi dan pengalaman masyarakat maupun aparatur pemerintah terhadap integritas di lingkungan kerja. Sementara MCP menjadi panduan konkret untuk memperkuat area pencegahan korupsi, mencakup perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan, hingga manajemen ASN.
Bupati juga mengingatkan jajaran perangkat daerah dan BUMD/BLUD/BLU agar meningkatkan keterbukaan informasi publik, mempermudah akses layanan masyarakat, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Baca Lainnya :
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
"Setiap indikator dalam MCP bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting untuk membangun sistem pemerintahan yang kuat dan bebas dari penyimpangan, bebas dari korupsi," tegasnya.
Selain itu, Bupati mendorong seluruh ASN agar menjadi teladan dalam etika kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ia menekankan bahwa budaya integritas harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja terdekat.
"Jika kita bekerja dengan niat lurus dan hati bersih, maka kepercayaan publik akan tumbuh, dan Cianjur akan semakin maju serta bermartabat," imbuhnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim KPK RI, termasuk Plh. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi, Bahtiar Ujang Purnama; Kasatgas Korsup Wilayah II, Arief Nurcahyo; PIC Jawa Barat, Irawati dan Erwin; serta staf Ahmad Sarifudin. Turut hadir pula Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah dan Staf Ahli, Inspektorat, pimpinan perangkat daerah, camat, hingga lurah se-Kabupaten Cianjur.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Cianjur dapat meningkatkan kualitas pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Bupati Cianjur berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan publik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Cianjur.. (dens).











