- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Dihadapan KPK, Bupati Cianjur Bicara: Membangun Cianjur yang Kuat dan Bebas dari Korupsi

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur dan para Pejabat saat Rapat Koordinasi Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah, bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Bale Praja Pendopo Cianjur, Kamis 25 September 2025.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Bale Praja Pendopo Bupati Cianjur pada Kamis (25/9/2025) dan membahas implementasi Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Center for Prevention (MCP) dalam upaya memperkuat pencegahan korupsi di daerah.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa SPI berfungsi untuk memotret persepsi dan pengalaman masyarakat maupun aparatur pemerintah terhadap integritas di lingkungan kerja. Sementara MCP menjadi panduan konkret untuk memperkuat area pencegahan korupsi, mencakup perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan, hingga manajemen ASN.
Bupati juga mengingatkan jajaran perangkat daerah dan BUMD/BLUD/BLU agar meningkatkan keterbukaan informasi publik, mempermudah akses layanan masyarakat, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Baca Lainnya :
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
"Setiap indikator dalam MCP bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting untuk membangun sistem pemerintahan yang kuat dan bebas dari penyimpangan, bebas dari korupsi," tegasnya.
Selain itu, Bupati mendorong seluruh ASN agar menjadi teladan dalam etika kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ia menekankan bahwa budaya integritas harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja terdekat.
"Jika kita bekerja dengan niat lurus dan hati bersih, maka kepercayaan publik akan tumbuh, dan Cianjur akan semakin maju serta bermartabat," imbuhnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim KPK RI, termasuk Plh. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi, Bahtiar Ujang Purnama; Kasatgas Korsup Wilayah II, Arief Nurcahyo; PIC Jawa Barat, Irawati dan Erwin; serta staf Ahmad Sarifudin. Turut hadir pula Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah dan Staf Ahli, Inspektorat, pimpinan perangkat daerah, camat, hingga lurah se-Kabupaten Cianjur.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Cianjur dapat meningkatkan kualitas pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Bupati Cianjur berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan publik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Cianjur.. (dens).











