- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
- Jejak Sejarah Istana Cipanas: Istura Kembali Mengundang Rakyat
- Program Orang Tua Asuh Kepala Sekolah: Langkah Inspiratif Bupati Cianjur untuk Pendidikan Merata
- KDM Ajak Pihak Terkait Dukung Kemudahan Pembayaran Pajak Kendaraan
- Presiden RI: Rp31,3 Triliun Uang Negara Diselamatkan, Bisa untuk Perbaikan Sekolah dan Rumah Rakyat
- Inovasi TKA Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Mengukur dan Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa
- BAZNAS Cianjur: Sinergi Zakat untuk Rutilahu, Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Cianjur
- KDM Tandatangani Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik
- Zmart BAZNAS Cianjur: Mengukir Kemandirian Ekonomi Mustahik Melalui Warung Shara Yuliana
- Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama
Di Bulan Suci Ramadan: Kadis Disdikpora Dampingi Bupati Cianjur Laksanakan Tarawih Keliling

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian yang didampingi Kadisdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, saat melaksanakan Tarawih Keliling dan memberikan bantuan untuk warga masyarakat.
Pinusnews.id - Pada Selasa malam, 10 Maret 2026, suasana hangat menyelimuti Masjid Al-Islah di Gang R. Siti Salamah, Kampung Warungjambe, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Disdikpora) Cianjur, Ruhli Solehudin, hadir dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) tingkat kabupaten.
Acara ini bukan sekadar ibadah malam, melainkan momentum Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, menghidupkan syiar Ramadan di pelosok wilayah.
Giat Tarling seperti ini menjadi salah satu perekat kuat silaturahmi antara pemerintah dan warga. Di tengah hiruk-pikuk bulan puasa, kunjungan bupati ke masjid-masjid membangun rasa kebersamaan yang autentik. Bukan hanya shalat tarawih bersama, tapi juga obrolan ringan dengan jamaah yang mempererat ikatan sosial.
Baca Lainnya :
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
Upaya ini mencerminkan komitmen Pemkab Cianjur dalam menjaga harmoni masyarakat, di mana Ramadan dijadikan ajang memperkuat pondasi keagamaan sekaligus gotong royong.
Puncak acara ditandai penyerahan bantuan langsung dari tangan bupati. Masjid Al-Islah menerima uang tunai untuk pengembangan sarana ibadah, marbot masjid mendapat bingkisan sebagai penghargaan atas pengabdiannya, serta anak-anak yatim diberi santunan penuh kasih.
Bentuk kepedulian ini menunjukkan bahwa pemerintah tak hanya bicara, tapi bertindak nyata. Bantuan tersebut menjadi simbol betapa dekatnya pemimpin dengan rakyatnya, terutama di masa suci yang menuntut peningkatan empati sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian mengajak semua hadirin memaknai Ramadan secara mendalam. "Mari kita jadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, saling membantu dan berbagi kepada sesama, khususnya yang membutuhkan, agar keberkahan Ramadhan dapat dirasakan bersama," ujarnya dengan penuh semangat.
Ungkapan Bupati Wahyu tersebut menggambarkan visi bupati yakni Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tapi juga aksi kolektif untuk kesejahteraan bersama.
Lebih lanjut, bupati menyampaikan doa agar seluruh masyarakat Cianjur diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan hingga akhir puasa. Harapannya, kegiatan Tarling terus menjadi jembatan yang kokoh, mempererat hubungan pemerintah-masyarakat.
Di era modern, inisiatif seperti ini justru semakin relevan untuk membangun Cianjur yang religius, di mana nilai-nilai Islam tak hanya diucapkan, tapi dihayati dalam kehidupan sehari-hari.
Tarawih Keliling di Masjid Al-Islah menjadi suri teladan bagaimana pemerintahan lokal bisa menyatu dengan tradisi Ramadan. Melalui silaturahmi yang erat ini, Cianjur bergerak menuju masa depan yang lebih harmonis dan peduli. Semangat kebersamaan yang lahir malam itu diharapkan menular ke seluruh penjuru kabupaten, menjadikan Ramadan 2026 sebagai babak baru kepedulian sosial yang berkelanjutan. (dens).











