- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Dekopinda Cianjur 2026: Momentum Baru Bangkitkan Koperasi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian usai mengukuhkan Kepengurusan Dekopinda Kabupaten Cianjur, di Bale Praja Pemda Cianjur, Sabtu, 9 Mei 2026.
Pinusnews.id - Pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Bale Praja Cianjur menjadi saksi bisu momen bersejarah ketika Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, sekaligus mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026.
Acara ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan titik tolak bagi revitalisasi sektor koperasi di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi dan fluktuasi pasar nasional. Di Cianjur, yang dikenal dengan potensi pertanian dan UMKM-nya, koperasi telah lama menjadi pilar utama pemberdayaan masyarakat, dan pengukuhan ini menandai komitmen bersama untuk memperkuatnya.
Dekopinda Kabupaten Cianjur, sebagai wadah koordinasi dan advokasi koperasi, kini memasuki era baru dengan pengurus yang telah dikukuhkan. Upaya mereka untuk memajukan koperasi terlihat dari agenda Rakerda yang difokuskan pada konsolidasi organisasi. Pengurus baru diharapkan mampu merumuskan strategi adaptif, seperti digitalisasi layanan koperasi dan pelatihan anggota untuk bersaing di pasar digital dan yang lainnya.
Baca Lainnya :
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menekankan pentingnya Rakerda sebagai ruang kolaboratif. "Jadikan Rakerda ini sebagai forum yang produktif, melahirkan gagasan-gagasan baru, dan menghasilkan keputusan strategis demi kemajuan koperasi di Kabupaten Cianjur," tegasnya. Hal ini mencerminkan visi bupati yang proaktif, di mana koperasi bukan lagi entitas tradisional, melainkan motor penggerak inovasi ekonomi lokal.
Upaya Dekopinda semakin konkret melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur. Mereka berencana meluncurkan program inkubasi koperasi berbasis teknologi, seperti platform e-commerce khusus produk lokal Cianjur—mulai dari kopi hingga kerajinan tangan. Kolaborasi ini juga mencakup bantuan modal dari APBD, yang diharapkan menjangkau 500 koperasi primer di 2026, sehingga meningkatkan inklusivitas ekonomi bagi petani dan pedagang kecil.
Bupati juga menyoroti harapan agar Dekopinda menjadi mitra strategis Pemda untuk mewujudkan ekonomi inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Di Cianjur, di mana 60% penduduk bergantung pada sektor informal, koperasi bisa menjadi jembatan menuju kesejahteraan merata. Dekopinda merespons dengan rencana pelatihan SDM koperasi, termasuk sertifikasi digital dan manajemen keuangan, yang telah terbukti sukses di daerah tetangga seperti Garut.
Pengukuhan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi Dekopinda Cianjur, memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian daerah. Dengan dukungan bupati, Dekopinda berkomitmen memfasilitasi akses pasar ekspor untuk koperasi simpan pinjam dan produksi, serta monitoring berkala untuk memastikan kepatuhan regulasi. Hasilnya, diantisipasi pertumbuhan kontribusi koperasi terhadap PDRB Cianjur lebih meningkat tahun-tahun ke depannya.
Rakerda Dekopinda 2026 bukan hanya pembukaan babak baru, tapi panggilan aksi bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan upaya nyata seperti program digitalisasi dan sinergi Pemda, Cianjur berpotensi menjadi model sukses koperasi di Jawa Barat, membuktikan bahwa gotong royong modern bisa menggerakkan roda ekonomi inklusif. (dens).











