- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
Debit Air Menyusut, 4 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan

Keterangan Gambar : Irigasi di salah satu kecamatan yang debit airnya tampak menyusut.
Pinusnews.id - Kekeringan berkepanjangan yang melanda Cianjur Selatan telah mengakibatkan menyusutnya drastis debit air di sejumlah irigasi yang melayani empat kecamatan.
Kondisi ini mengancam pasokan air untuk lahan pertanian, membuat para petani dihadapkan pada kesulitan dalam mengairi sawah mereka.
Bubun Burhanudin, seorang warga Kadupandak, mengungkapkan bahwa debit sungai yang semakin kecil berdampak langsung pada berkurangnya aliran air ke irigasi.
Baca Lainnya :
- Warga Benjot Cianjur Unras, Geruduk Kantor Desa
- Miris! Gubuk Reyod Seorang Pejuang Kemerdekaan Warga Cianjur, Riwayatmu Kini
- Aksi Long March Warnai Hari Santri Nasional di Cianjur
- Mobil Carry Hangus Terbakar di SPBU
- Semangat Kebersamaan HSN, Pjs Bupati Cianjur Siap Perangi Penyebarluasan Covid-19
"Airnya sudah tidak mencukupi untuk mengairi padi dan palawija," ujarnya.
Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara, MM Kurniawan, membenarkan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan.
"Daerah aliran Sungai Cimanggu dan Cikawung, yang memasok air ke sejumlah daerah irigasi di Kecamatan Kadupandak, mengalami penurunan debit air yang sangat signifikan," jelasnya.
Kurniawan menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi irigasi dan berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini.
"Kami khawatir jika kekeringan terus berlanjut, produksi pertanian di wilayah ini akan terancam," tambahnya. (tim-dens).











