- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
Debit Air Menyusut, 4 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan

Keterangan Gambar : Irigasi di salah satu kecamatan yang debit airnya tampak menyusut.
Pinusnews.id - Kekeringan berkepanjangan yang melanda Cianjur Selatan telah mengakibatkan menyusutnya drastis debit air di sejumlah irigasi yang melayani empat kecamatan.
Kondisi ini mengancam pasokan air untuk lahan pertanian, membuat para petani dihadapkan pada kesulitan dalam mengairi sawah mereka.
Bubun Burhanudin, seorang warga Kadupandak, mengungkapkan bahwa debit sungai yang semakin kecil berdampak langsung pada berkurangnya aliran air ke irigasi.
Baca Lainnya :
- Warga Benjot Cianjur Unras, Geruduk Kantor Desa
- Miris! Gubuk Reyod Seorang Pejuang Kemerdekaan Warga Cianjur, Riwayatmu Kini
- Aksi Long March Warnai Hari Santri Nasional di Cianjur
- Mobil Carry Hangus Terbakar di SPBU
- Semangat Kebersamaan HSN, Pjs Bupati Cianjur Siap Perangi Penyebarluasan Covid-19
"Airnya sudah tidak mencukupi untuk mengairi padi dan palawija," ujarnya.
Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara, MM Kurniawan, membenarkan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan.
"Daerah aliran Sungai Cimanggu dan Cikawung, yang memasok air ke sejumlah daerah irigasi di Kecamatan Kadupandak, mengalami penurunan debit air yang sangat signifikan," jelasnya.
Kurniawan menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi irigasi dan berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini.
"Kami khawatir jika kekeringan terus berlanjut, produksi pertanian di wilayah ini akan terancam," tambahnya. (tim-dens).


.jpg)
.jpg)
.jpg)






