COVID-19: Dampak Positif Dunia Pendidikan

30 Apr 2021, 09:47:37 WIB Pendidikan
COVID-19: Dampak Positif Dunia Pendidikan

Keterangan Gambar : Covid-19: Dampak Positif Dunia Pendidikan (Ilustrasi: Dede Mirna S / Pikiran Cianjur)


Sudah lebih dari satu tahun, Indonesia dihadapkan dengan adanya virus Covid-19. Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019, kemudian menyebar ke hampir seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Menurut data Center for Systems Sciences and Engineering (CSSE) dari Universitas John Hopkins yang diakses pada 26 April 2020 sudah tercatat 1,65 juta kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, dan 148 juta kasus di seluruh dunia.

 

Berbagai upaya telah dilakukan demi menghentikan virus yang sudah mencekik banyak sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di mana, hal tersebut merupakan aspek penting bagi kehidupan manusia, dan harus mendapatkan perhatian lebih agar tidak berdampak buruk dan virus covid-19 tidak mengancam dunia pendidikan.

Baca Lainnya :

 

Peraturan Pemerintah tentang pembatasan sosial yang harus dilakukan demi menekan penyebaran virus covid-19, membuat proses pembelajaran menjadi sulit. Bahkan telah mengubah secara besar dunia pendidikan yang biasanya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, namun sejak pandemi terjadi diharuskan berubah menjadi belajar daring (dalam jaringan).

 

Semua elemen yang berkaitan, mulai dari guru, siswa, dan bahkan orang tua dituntut untuk bisa menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan aktif walaupun dilaksanakan dari rumah masing-masing. Tentu saja, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menjadi kebijakan pemerintah dirasa sulit dan berdampak bagi dunia pendidikan.

 

Menurut Matdio Siahaan dalam jurnalnya yang berjudul ‘Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan’ dijelaskan bahwa, sistem pembelajaran secara daring menuai berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru, kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya, yang membuat hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru terlalu banyak.

 

Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara daring ini, adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang kurang stabil sehingga menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Belum lagi guru yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas.

 

Namun dibalik masalah dan dampak negatif tersebut, ternyata banyak juga dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dampak positif ini dapat menjadi motivasi untuk melalui masa sulit saat pandemi, demi tercapainya pendidikan Indonesia yang lebih maju.

 

Lantas apa saja hikmah atau dampak positif dari pendidikan di tengah pandemi covid-19? Dilansir dari suteki.co.id, dampak positif bagi dunia pendidikan di tengah pandemi diantaranya, memicu percepatan transformasi pendidikan, di mana sistem PJJ yang berbasis teknologi mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa, bahkan orang tua untuk cakap terhadap teknologi.

 

Banyak munculnya aplikasi belajar online membuat belajar yang dari rumah tetap dapat dilakukan secara efektif. Berbagai media atau sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran daring antara lain, e-learning, aplikasi zoomgoogle classroomyoutube, maupun whatsapp. Dengan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan mengakses teknologi semakin dikuasi oleh guru, siswa, maupun orang tua.

 

Dampak positif lainnya, pembelajaran yang dilakukan di rumah dapat membuat orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak di rumah, sehingga orang tua dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya.

 

Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan PJJ juga meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini. Meskipun pendidikan di Indonesia ikut terkena dampak karena adanya covid-19, namun dibalik semua itu terdapat beberapa hal positif dan juga tentunya masih banyak lagi yang dapat kita rasakan, dan kami tetap berharap agar pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran secara tatap muka dapat dilakukan kembali.

 

Arsila Hasna Nafisa Fadwi, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment