Cianjur Kirim 337 Pekerja Migran ke Jepang dan Taiwan, Dorong Penempatan ke Sektor Formal

05 Agu 2026, 10:08:01 WIB Cianjur
Cianjur Kirim 337 Pekerja Migran ke Jepang dan Taiwan, Dorong Penempatan ke Sektor Formal

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Denny Widya Lesmana.


Pinusnews.id - Pendopo Kabupaten Cianjur kembali menjadi saksi langkah besar dalam penguatan penempatan tenaga kerja. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, sebanyak 337 calon pekerja migran asal Kabupaten Cianjur diberangkatkan menuju Jepang dan Taiwan melalui program penempatan yang difasilitasi LPK, BLK, dan P3MI. Pengiriman massal ini mendapat perhatian tingkat nasional karena menandai pergeseran strategi dari penempatan informal ke sektor formal.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur. Kepala Disnakertrans, Denny Widya Lesmana, menyatakan bahwa seluruh peserta berasal dari 12 lembaga pelatihan dan balai latihan kerja setempat. 

“Hari ini yang diberangkatkan sebanyak 337 orang. Mereka berasal dari 12 LPK dan BLK,” ujar Denny, menegaskan koordinasi intensif antara lembaga pelatihan dan pemerintah daerah.

Baca Lainnya :


Program ini menonjol karena jelas memprioritaskan penempatan di sektor formal yakni sebuah target yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Terkait soal ini, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memuji arah kebijakan tersebut. 

“Saya bangga dan bersyukur. Terima kasih, hari ini Cianjur mengubah wajah kita semua dengan memberangkatkan pekerja migran di sektor-sektor strategis, industri formal,” kata Cak Imin, memberi apresiasi atas upaya menambah peluang kerja formal bagi warga Cianjur.

Dari sisi teknis, ada pembagian penempatan jelas seperti peserta dari LPK diarahkan ke Jepang, sementara yang melalui P3MI ditempatkan di Taiwan. Skema ini menunjukkan kemampuan Disnakertrans Cianjur dalam menyiapkan jalur penempatan sesuai kebutuhan pasar kerja negara tujuan. Langkah semacam ini memperkecil risiko penempatan tidak resmi sekaligus meningkatkan prospek pendapatan dan perlindungan pekerja.


Aspek seleksi dan kesiapan tenaga kerja juga mendapat perhatian. Denny menjelaskan bahwa semua calon pekerja minimal berusia 18 tahun dan telah memenuhi persyaratan bekerja di luar negeri. Pendekatan ini menggaransi bahwa yang dikirim benar-benar siap secara administratif dan kapabilitas, hasil dari proses pelatihan di LPK dan BLK yang dikoordinasikan oleh Disnakertrans.

Dampak jangka pendek program ini terlihat pada upaya menekan angka pengangguran terbuka di Cianjur. Dengan membuka akses kerja ke luar negeri di sektor formal, pemerintah daerah berharap mengurangi tekanan pasar tenaga kerja lokal sekaligus memberi pengalaman kerja internasional pada angkatan kerja muda. Denny menekankan program ini sebagai bagian strategi penyerapan tenaga kerja: “Target utamanya adalah mengurangi tingkat pengangguran terbuka.”

Lebih jauh, inisiatif ini sejalan dengan program SMK Go Global, yang bertujuan membuka peluang lulusan vokasi bekerja di luar negeri. Kolaborasi antara Disnakertrans Cianjur, LPK/BLK, dan P3MI membantu memastikan lulusan memiliki kompetensi dan jalur legal menuju pasar internasional. Keberhasilan penempatan 337 orang menjadi contoh konkret bagaimana program vokasi daerah dapat terhubung dengan peluang global.

Pengiriman ini memberi pelajaran penting bagi daerah lain: kunci sukses terletak pada sinergi lintas lembaga, pembekalan yang memadai, dan fokus pada penempatan formal. Dengan peran aktif Disnakertrans Cianjur yang memfasilitasi pelatihan, seleksi, dan penempatannya.

Kini, Disnakertrans Cianjur menunjukkan bahwa transformasi penempatan tenaga kerja bukan sekadar target administratif, melainkan upaya nyata meningkatkan kesejahteraan warga melalui kerja yang aman dan layak di sektor formal. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment