- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Cianjur Jadi Pusat Penggerak Ketahanan Pangan Nasional melalui KDKMP

Keterangan Gambar : Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus dan jajaran, Sekda Ahmaf Rifa'i Azhari dan Kepala Dinas Diskumdagin Cianjur Dedi Supriyadi, saat giat loka karya.
Pinusnews.id - Kementerian Koperasi dan UKM RI mendorong Kabupaten Cianjur menjadi pusat penggerak ketahanan pangan nasional, melalui penguatan jejaring Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan lokakarya nasional selama tiga hari, yang fokus pada kolaborasi antar koperasi berbasis sektor pertanian dan pangan.
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus, menjelaskan bahwa Cianjur dipilih sebagai lokasi pilot project karena rekam jejaknya yang kuat sebagai sentra beras unggulan, sekaligus contoh keberhasilan koperasi lokal dalam mengelola bisnis pertanian terpadu.
Baca Lainnya :
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
"Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi koperasi desa untuk membangun kemandirian ekonomi," ujarnya.
Nilai transaksi komoditas beras antara KDKMP, Bulog, Niaga Mukti, dan antar koperasi mencapai Rp26,4 miliar. "Jejaring ini adalah aset berharga untuk membesarkan usaha koperasi," tambah Panel.
Dalam kegiatan itu, Kemenkop RI juga memfasilitasi penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) antara 30 KDKMP dengan Koperasi Niaga Mukti, Bulog, dan SPBG.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai Azhari, menyambut baik langkah Kemenkop RI dan menilai program ini membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi lokal.
"Cianjur berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi koperasi berbasis desa," kata Rifai.
Program ini juga dikaitkan dengan visi Presiden RI melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di Kecamatan Cipanas. (dens).











