- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
Cianjur Jadi Pusat Penggerak Ketahanan Pangan Nasional melalui KDKMP

Keterangan Gambar : Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus dan jajaran, Sekda Ahmaf Rifa'i Azhari dan Kepala Dinas Diskumdagin Cianjur Dedi Supriyadi, saat giat loka karya.
Pinusnews.id - Kementerian Koperasi dan UKM RI mendorong Kabupaten Cianjur menjadi pusat penggerak ketahanan pangan nasional, melalui penguatan jejaring Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan lokakarya nasional selama tiga hari, yang fokus pada kolaborasi antar koperasi berbasis sektor pertanian dan pangan.
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus, menjelaskan bahwa Cianjur dipilih sebagai lokasi pilot project karena rekam jejaknya yang kuat sebagai sentra beras unggulan, sekaligus contoh keberhasilan koperasi lokal dalam mengelola bisnis pertanian terpadu.
Baca Lainnya :
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
"Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi koperasi desa untuk membangun kemandirian ekonomi," ujarnya.
Nilai transaksi komoditas beras antara KDKMP, Bulog, Niaga Mukti, dan antar koperasi mencapai Rp26,4 miliar. "Jejaring ini adalah aset berharga untuk membesarkan usaha koperasi," tambah Panel.
Dalam kegiatan itu, Kemenkop RI juga memfasilitasi penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) antara 30 KDKMP dengan Koperasi Niaga Mukti, Bulog, dan SPBG.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai Azhari, menyambut baik langkah Kemenkop RI dan menilai program ini membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi lokal.
"Cianjur berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi koperasi berbasis desa," kata Rifai.
Program ini juga dikaitkan dengan visi Presiden RI melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di Kecamatan Cipanas. (dens).











