- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
Bupati Wahyu: Tak Ada Ruang untuk Kekerasan Pelajar di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin, saat Deklarasi Damai Antarpelajar di Cianjur.
Pinusnews.id - Pasca insiden yang melibatkan sekelompok pelajar beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Cianjur langsung bergerak cepat. Langkah itu bukan sekadar basa-basi, fokusnya jelas mencegah kejadian serupa agar ruang-ruang pendidikan kembali aman. Bentuk aksi nyata yang dipilih adalah mengumpulkan seluruh elemen pendidikan untuk menyatakan sikap bersama.
Pada Selasa (11/8/2026) di Kecamatan Cilaku, Cianjur, Deklarasi Damai Antarpelajar digelar dengan peserta yang lengkap yakni kepala sekolah, komite, siswa, alumni, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan unsur terkait lainnya. Suasana acara menunjukkan ada keseriusan kolektif, ini upaya membangun kesepakatan bersama untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati antar pelajar.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menekankan bahwa deklarasi bukan cuma respons atas kejadian, melainkan momentum perubahan karakter generasi muda.
Baca Lainnya :
- Berburu Tanaman Hias di Cianjur, Aglaonema Membawa Keberuntungan
- Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembacokan Warga di Warungkondang
- Indahnya Berbagi Rezeki Bagi Keluarga H. Iva Vaiz
- Sosialisasi 4 Pilar Bersama Kapolres Cianjur
- Cianjur Kini Ada Aplikasi Layanan Pelanggan New PLN Mobile
"Kami tidak ingin ada perbedaan pendapat di golongan siswa yang satu dengan siswa yang lain. Saat ini kami bergerak dengan seluruh elemen dan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur," katanya, sekaligus memperjelas bahwa pemerintah ingin mencegah polarisasi dan konflik sejak awal. Tidak ada ruang untuk kekerasan pelajar di Cianjur.
Poin penting yang diangkat Bupati adalah bahwa suasana pendidikan harus aman, nyaman, dan jauh dari kekerasan. Ia mendorong agar energi pelajar diarahkan ke hal positif, sekolah, kreativitas, serta prestasi. Pesan ini sengaja menempatkan pendidikan dan pengembangan karakter sebagai solusi jangka panjang, bukan sekadar penindakan sesaat terhadap pelaku.
Namun Bupati juga realistis dimana pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran sekolah, orang tua, komite, alumni, dan masyarakat diperlukan untuk membangun komunikasi yang baik dan menangkal potensi konflik sejak awal. Keterlibatan banyak pihak itu krusial agar pesan damai dan aturan tata tertib benar-benar hidup di lingkungan sekolah, bukan hanya terpasang di papan pengumuman.
Deklarasi damai ini harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata: program pendidikan karakter, pelatihan komunikasi antarsiswa, serta mekanisme pelaporan dan mediasi yang mudah diakses. Bila semua elemen konsisten, kemungkinan terulangnya kekerasan akan berkurang drastis, dan suasana belajar bisa kembali kondusif.
Apa yang terjadi tawuran pelajar di Cianjur memberi pelajaran sederhana namun penting yaitu mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Jika semua pihak seperti pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat mau bersinergi, generasi muda bisa tumbuh tanpa bayang-bayang kekerasan, dan pendidikan akan kembali menjadi ruang aman untuk berkembang. (dens).











