- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Lim dan Solihin, Tempat Pulang yang Lebih Nyaman
- Hiring Day Cianjur Buka Peluang Kerja, Disnakertrans Perkuat Penempatan Pencari Kerja
- Ketua PSI Cianjur Minta Membaca Putusan MK dengan Utuh, Menjaga Politik Tetap Jernih
- DTPHP Cianjur Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tembus 61 Persen
Pemprov Jabar Himpun Gagasan Tokoh Sunda untuk Wujudkan Jabar Istimewa

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan dan apresiasi terhadap keberadaan Majelis Musyawarah Sunda (MMS) sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan para tokoh Sunda dari berbagai latar belakang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman saat menghadiri Pertemuan Majelis Musyawarah Sunda di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
“Luar biasa ya. Kami dari Pemda Provinsi Jabar memberikan dukungan, memberikan apresiasi, dan yang paling penting adalah bagaimana inohong-inohong (tokoh-tokoh) di Jabar yang tergabung di MMS bisa memberikan sumbang pemikiran, kritik dan saran untuk meningkatkan kinerja pembangunan di Jabar,” ujar Herman.
Baca Lainnya :
- Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembacokan Warga di Warungkondang
- Indahnya Berbagi Rezeki Bagi Keluarga H. Iva Vaiz
- Sosialisasi 4 Pilar Bersama Kapolres Cianjur
- Cianjur Kini Ada Aplikasi Layanan Pelanggan New PLN Mobile
- KPU Tetapkan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Cianjur
Menurut Herman, pembangunan Jawa Barat membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para tokoh yang memiliki pengalaman, kapasitas, serta kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Ia berharap MMS dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam memberikan masukan kepada pemerintah, sehingga berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat terus ditingkatkan.
“Karena ujungnya tujuan akhirnya adalah bagaimana Jabar Istimewa,” katanya.
Herman menegaskan, cita-cita mewujudkan Jabar Istimewa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan semangat kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
“Dan kita harus bahu membahu, sarendeuk, saigel, sapihanean,” ucapnya.
Ia pun secara khusus meminta para tokoh Sunda yang tergabung dalam MMS untuk tidak berhenti memberikan kritik dan saran yang konstruktif terhadap jalannya pembangunan di Jawa Barat.
Herman menambahkan, dukungan tersebut menjadi penting karena MMS menghimpun tokoh-tokoh Sunda dari berbagai bidang yang memiliki pengalaman dan kiprah di tingkat daerah maupun nasional.
Pertemuan MMS di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Kadua sekaligus ruang silaturahmi bagi para tokoh Sunda dari berbagai latar belakang. Forum tersebut mempertemukan tokoh, akademisi, pemerintahan, budayawan, profesional, hingga berbagai elemen masyarakat.
Sepanjang perjalanannya, MMS mengembangkan forum untuk mendiskusikan berbagai persoalan, mulai dari kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi hingga kebangsaan.
Melalui Pasamoan Inohong Sunda di Jakarta, ruang perjumpaan tersebut diperluas. Jakarta menjadi salah satu titik penting karena banyak tokoh Sunda yang berkiprah di tingkat nasional dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademik, profesional, sosial, budaya hingga pengabdian kemasyarakatan. (tim dens).











