- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
Bupati Wahyu Optimis Cianjur Akan Menjadi Kota Wisata Pangan yang Berjaya

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial, dalam acara Bakti Tani untuk Negeri dengan Cianjur 2025, di Desa Ciherang, Pacet, Rabu 24 September 2025.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Bakti Tani untuk Negeri dengan Cianjur 2025 yang berlangsung di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Rabu (24/9/2025). Acara ini mengusung tema “Menjadikan Cianjur Kota Wisata Pangan yang Berjaya” sebagai wujud dukungan terhadap sektor pertanian daerah.
Bupati Cianjur, dr. Muhamad Wahyu Ferdian, yang didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Danial, menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Tani ke-65 harus menjadi pemacu semangat petani untuk terus maju. Ia berharap, sektor pertanian di Cianjur mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menarik minat generasi muda agar bangga terjun ke dunia pertanian.
“Cianjur memiliki lahan pertanian sekitar 66 ribu hektare, dengan 70 persen di antaranya digunakan untuk padi dan palawija, terutama di wilayah Cianjur Selatan. Potensi ini besar, tinggal bagaimana kita dorong anak-anak muda agar bangga mendukung pertanian di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
Bupati juga menyoroti rendahnya penyerapan pupuk subsidi oleh para petani yang baru mencapai 56 persen. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong percepatan penyerapan agar produktivitas pertanian semakin meningkat.
“Masih ada peluang sekitar 44 persen untuk penyerapan pupuk subsidi. Kami akan terus dorong para petani agar memanfaatkannya,” katanya.
Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa di Kabupaten Cianjur tidak ada alih fungsi lahan sawah. Pemerintah justru berupaya membuka lahan baru dan memanfaatkan lahan terlantar agar tidak disalahgunakan.
Berdasarkan data, saat ini terdapat sekitar 3.000 petani yang tergabung dalam lebih dari 300 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Lahan pertanian di Cianjur tidak hanya dimanfaatkan untuk padi, tetapi juga hortikultura, bunga, serta perkebunan.
“Kita optimistis pertanian di Cianjur bisa terus berkembang, menjadi penopang ekonomi sekaligus identitas daerah sebagai kota wisata pangan,” tutupnya. (dens).











