- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Bupati Cianjur Siapkan Lahan untuk Merelokasi Korban Pergerakan Tanah di Agrabinta

Keterangan Gambar : Warga korban pergerakan tanah di wilayah Agrabinta masih berada di kawasan yang membahayakan, menunggu relokasi dari Pemda Cianjur.
Pinusnews.id - Sudah hampir setahun berlalu sejak bencana pergerakan tanah besar melanda Kampung Babakan Inpres, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, pada Desember 2024. Ratusan warga masih menanti kepastian relokasi dari pemerintah daerah sambil bertahan di rumah-rumah rusak yang berada di zona merah.
Sebagian warga memilih memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni, sementara yang tidak mampu terpaksa tinggal di gubuk seadanya dengan risiko tinggi. Ridwan, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa setiap kali hujan deras turun, mereka kembali mengungsi ke tempat aman. Bahkan, kegiatan belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibungur 1 kerap diliburkan.
"Saya bersama keluarga tinggal di gubuk reyot dengan dinding terbuka yang hanya ditutup kain gordeng lusuh. Kalau hujan, air masuk ke dalam, sangat tidak nyaman," kata Ridwan kepada wartawan pada Senin, 15 September 2025.
Baca Lainnya :
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
"Tapi saya tidak punya lahan lain untuk pindah. Kami hanya berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi sebelum musim hujan makin deras," sambungnya.
Bencana pergerakan tanah pada Desember 2024 mengakibatkan 56 rumah rusak berat, satu masjid, serta SDN Cibungur 1 ikut terdampak. Berdasarkan keputusan Pemerintah Kabupaten Cianjur, wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai zona merah dan tidak boleh dihuni kembali. Sebelumnya, pergerakan tanah serupa juga pernah terjadi pada 2017 ¹.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, memastikan pemerintah berkomitmen menuntaskan relokasi warga terdampak. Saat ini, pemerintah desa diminta menyiapkan lahan yang akan dibeli untuk pemukiman baru.
"Relokasi ini prioritas, kami tidak ingin ada korban jiwa jika pergerakan tanah terjadi lagi. Proses administrasi sedang berjalan, desa sudah kami minta menyiapkan lahan dan pemerintah akan membayar sesuai ketentuan," tutur Wahyu.
Meski demikian, hingga kini masyarakat Babakan Inpres masih menunggu kepastian waktu dan lokasi relokasi, sementara intensitas hujan mulai meningkat di wilayah selatan Cianjur. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyelesaikan proses relokasi untuk mencegah risiko bencana lebih lanjut. (tim dens).











