Bupati Cianjur Siapkan Lahan untuk Merelokasi Korban Pergerakan Tanah di Agrabinta

16 Sep 2025, 07:30:29 WIB Cianjur
Bupati Cianjur Siapkan Lahan untuk Merelokasi Korban Pergerakan Tanah di Agrabinta

Keterangan Gambar : Warga korban pergerakan tanah di wilayah Agrabinta masih berada di kawasan yang membahayakan, menunggu relokasi dari Pemda Cianjur.


Pinusnews.id - Sudah hampir setahun berlalu sejak bencana pergerakan tanah besar melanda Kampung Babakan Inpres, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, pada Desember 2024. Ratusan warga masih menanti kepastian relokasi dari pemerintah daerah sambil bertahan di rumah-rumah rusak yang berada di zona merah.

Sebagian warga memilih memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni, sementara yang tidak mampu terpaksa tinggal di gubuk seadanya dengan risiko tinggi. Ridwan, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa setiap kali hujan deras turun, mereka kembali mengungsi ke tempat aman. Bahkan, kegiatan belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibungur 1 kerap diliburkan.

"Saya bersama keluarga tinggal di gubuk reyot dengan dinding terbuka yang hanya ditutup kain gordeng lusuh. Kalau hujan, air masuk ke dalam, sangat tidak nyaman," kata Ridwan kepada wartawan pada Senin, 15 September 2025.

Baca Lainnya :

"Tapi saya tidak punya lahan lain untuk pindah. Kami hanya berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi sebelum musim hujan makin deras," sambungnya.

Bencana pergerakan tanah pada Desember 2024 mengakibatkan 56 rumah rusak berat, satu masjid, serta SDN Cibungur 1 ikut terdampak. Berdasarkan keputusan Pemerintah Kabupaten Cianjur, wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai zona merah dan tidak boleh dihuni kembali. Sebelumnya, pergerakan tanah serupa juga pernah terjadi pada 2017 ¹.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, memastikan pemerintah berkomitmen menuntaskan relokasi warga terdampak. Saat ini, pemerintah desa diminta menyiapkan lahan yang akan dibeli untuk pemukiman baru. 

"Relokasi ini prioritas, kami tidak ingin ada korban jiwa jika pergerakan tanah terjadi lagi. Proses administrasi sedang berjalan, desa sudah kami minta menyiapkan lahan dan pemerintah akan membayar sesuai ketentuan," tutur Wahyu.

Meski demikian, hingga kini masyarakat Babakan Inpres masih menunggu kepastian waktu dan lokasi relokasi, sementara intensitas hujan mulai meningkat di wilayah selatan Cianjur. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyelesaikan proses relokasi untuk mencegah risiko bencana lebih lanjut. (tim dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment