- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Bupati Cianjur : Diperlukan Zonasi Peningkatan IPM Tiap Kecamatan

Keterangan Gambar : Keterangan Foto : Bupati Cianjur H Herman Suherman didampingi Asda II Budhi Rahayu Toyib dan Kepala Bappelitbangda Dedi Supriadi.
pinusnews.id Cianjur -Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) terdapat 3 indikator utama, yaitu indikator kesehatan, tingkat pendidikan dan indikator ekonomi. Pengukuran ini menggunakan tiga dimensi dasar, yaitu: lamanya hidup, pengetahuan, dan standar hidup yang layak.
Ketiga unsur di atas tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Selain juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti ketersediaan kesempatan kerja, yang pada gilirannya ditentukan oleh banyak faktor, terutama pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan kebijakan pemerintah.
Baca Lainnya :
- Gila! Anak Pelajar di Cianjur Bertaruh Nyawa Pergi ke Sekolah Sebrangi Sungai
- Dinas PUTR Cianjur Laksanakan Peningkatan Jalan Cibinong Hilir
- CONDRE
- Pestival Kopi Cianjur, Menggugah Kejayaan Masa Silam
- Misteri Lonceng di Pemda Cianjur
Sehubungan dengan soal IPM, Sekarang ini Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah menindaklanjuti upaya-upaya ke arah peningkatan IPM.
Menurut Bupati Cianjur H Herman Suherman, sebenarnya Cianjur tinggal melaksanakan implementasinya, karena beberapa minggu yang lalu telah diadakan pertemuan para Kepala Perangkat Daerah serta stakeholder, dan pada saat itu kita telah banyak membahas mengenai peningkatan IPM.
"Salah satu contohnya kita meningkatkan daya beli melalui petani manjur, jadi para petani manjur ini dididik, untuk modal awalnya kita beri pinjaman, pelaksanaannya dibimbing oleh pemerintah dan juga hasilnya panennya disesuaikan dengan pasar yang membutuhkan serta akan dibeli oleh BUMD Kabupaten Cianjur, sehingga petani manjur ini dapat meminimalisir atau bahkan menghindari kerugian," kata Bupati Cianjur H. Herman Suherman didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Budi Rahayu Toyib, Kepala Bappelitbangda Dedi Supriadi, serta Pimpinan Perangkat Daerah terkait, saat melaksanakan kegiatan Expose Peningkatan tingkat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kabupaten Cianjur, bertempat di Bale Prayoga Cianjur, Senin, (01/8/ 2022).
Pada kegiatan tersebut Bupati menyampaikan, bahwa diperlukan zonasi peningkatan IPM perkecamatan di Kabupaten Cianjur. Sehingga fokus sektor IPM (pendidikan, kesehatan dan ekonomi) ada di kecamatan mana yang paling rendah, itu akan kita jadikan prioritas untuk segera ditanggulangi.
“Kedepannya kita bentuk gugus tugas, agar dapat bergerak dengan cepat mencari permasalahan pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi di wilayah kecamatan, setelah itu para perangkat daerah bersama dengan masyarakat berembuk dalam menangani peningkatan sektor-sektor IPM ini," tambah Bupati
Disebutkan, di sektor pendidikan tingkat lulusan masyarakat di Kabupaten Cianjur ini masih tergolong rendah, karena banyak masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan di pesantren saja tidak melanjutkan pendidikan formalnya.
Selain itu, Pemerintah Cianjur menangani secara serius soal IPM dengan mendorong pesantren serta masyarakat untuk mengadakan dan mengikuti PKBM, karena selain belajar membaca dan menghitung, PKBM juga memiliki pelajaran keahlian untuk menunjang skill dan lulusannya bisa memiliki ijazah, yang setara dengan pendidikan formal. (ds).











